Jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Harga Cabai, Telur dan Daging Ayam di Surakarta Merangkak Naik

Pythag Kurniati    •    Rabu, 20 Dec 2017 11:06 WIB
natal dan tahun baru
Harga Cabai, Telur dan Daging Ayam di Surakarta Merangkak Naik
Pemantauan harga oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta di Pasar Gede, Rabu, 20 Desember 2017. Foto: Medcom.id/Pythag Kurnuati

Solo: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Kota Surakarta. Berdasarkan pantauan lapangan, harga sejumlah komoditas bahan pokok jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 merangkak naik.

Sidak diikuti Wakil Wali Kota Surakarta, perwakilan Bank Indonesia dan perwakilan Polresta Surakarta. Di Pasar Gede Surakarta, tim gabungan memeriksa 19 komoditas bahan pokok.

Harga sejumlah komoditas terpantau naik. Telur ayam naik dari harga Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp24 ribu per kilogram. Kenaikan harga telur ayam, terjadi berangsur-angsur. Meningkatnya permintaan telur menjelang Natal dan tahun baru disinyalir menjadi pernyebabnya.

Kenaikan cukup signifikan juga terjadi pada komoditas cabai. Di Pasar Gede misalnya, harga cabai rawit naik cukup tinggi menjadi Rp 34 ribu per kilogram. Atau naik Rp14 ribu dari harga sebelumnya Rp20 ribu.

Harga cabai merah besar menjadi Rp26 ribu, naik Rp2 ribu dari harga sebelumnya. Begitu pula dengan cabai botol yang naik dari harga Rp15 ribu menjadi Rp22 ribu.

Kenaikan harga cabai diprediksi karena cuaca. "Sudah mulai terus-menerus hujan. Hasil panennya mungkin tidak baik," ungkap salah seorang pedagang cabai Pasar Gede, Surtini, Rabu, 20 Desember 2017.

Tak hanya itu, harga daging ayam mengalami kenaikan Rp4 ribu. Pedagang daging ayam Pasar Gede, Tatik menjelaskan, kenaikan harga terjadi sejak sepekan terakhir.

"Dulu seharga Rp28 ribu per kilogram. Sekarang menjadi Rp32 ribu per kilogram," beber dia.

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Kedua komoditas tersebut naik harga menjadi Rp22 ribu dari harga awal Rp20 ribu per kilogram

Harga beras naik walau tidak signifikan. "Rata-rata kenaikannya hanya Rp 1.000 per kilogram," beber pedagang beras, Wiwin.

Komoditas seperti daging sapi terpantau stabil di kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp110 ribu. Sedangkan beberapa komoditas seperti petai mengalami penurunan harga.

Selain Pasar Gede, tim gabungan juga meninjau sejumlah pasar lainnya yakni Pasar Legi dan Pasar Jongke. "Pemantauan akan terus kita laksanakan untuk memastikan ketersediaan stok dan tidak ada kenaikan harga di luar batas kewajaran," ungkap Wakil Wali Kota Surakarta, Ahmad Purnomo.

Ahmad mengimbau, masyarakat tidak panik dan menimbun bahan pokok karena harga masih dalam batas kewajaran. "Kami imbau membeli secukupnya saja untuk kebutuhan," beber dia.

Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai menambahkan, Polri siap melakukan tugas pengamanan menjamin stok dan harga menjelang Natal dan tahun baru. Pihaknya akan menelusuri bila terjadi kenaikan harga yang tak wajar.

"Selain itu, kami juga pastikan pengamanan jalur distribusi dari produsen hingga ke konsumen," kata Andy.
 


(SUR)