Kayu Bertuah Jadi Cendera Mata Khas Karimunjawa

Rhobi Shani    •    Minggu, 08 Oct 2017 11:46 WIB
warisan budaya
Kayu Bertuah Jadi Cendera Mata Khas Karimunjawa
Biki, pembuat cinderamata khas Karimunjawa, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Pulang dari berwisata lebih afdal jika membawa cendera mata. Nah, jika berkunjung ke kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, cendera mata yang patut dibeli adalah kerajinan dari kayu, seperti cincin, gelang, tasbih, keris, tongkat komando, dan pipa rokok.
 
Benda-benda kerajinan tersebut menjadi istimewa lataran dibuat dari kayu setigi, dewandaru, dan kalimasada. Ketiga jenis kayu tersebut, merupakan khas kepulauan Karimunjawa. Oleh sebagaian masyarakat, ketiga jenis kayu tersebut memiliki kasiat.
 
Seorang pembuat kerajinan cendera mata, Biki menyampaikan, kayu-kayu yang digunakannya untuk membuat cendera mata berasal dari hutan di wilayah pegunungan Karimunjawa. Ia menggunakan batang kayu yang sudah mati.

“Saya tidak menebang pohon, tapi memanfaatkan kayu dari pohon-pohon yang sudah mati di gunung. Sehingga, kayunya memang benar-benar sudah tua,” ujar Biki di sela-sela kesibukannya membuat cendera mata gelang kayu, Minggu 8 Oktober 2017.
 
Biki bilang, ada banyak jenis cendera mata yang dibuatnya. Contohnya gelang, tasbih, tongkat komando, dan keris kayu. Dia membandrol kerajinan hasil tangan trampilnya mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Harga cendera mata bergantung pada jenis kayu.
 
“Misalnya gelang, sama-sama dibuat dari kayu setigi tapi harganya bisa berbeda. Kalau gelang yang bisa tenggelam di air harganya lebih mahal, karena kayu yang digunakan benar-benar sudah tua,” kata Biki sembari menunjukan gelang kayu berwarna hitam legam yang dapat tenggelam di air.
 
Di tangan Biki, kayu setigi banyak dibuat tasbih, gelang, dan keris. Sementara, kayu dewandaru dan kalimasada dibuat tongkat komando.
 
Sugesti Kayu Setigi, Dewandaru, dan Kalimasada
 
Biki menceritakan, kayu setigi yang dibuat cendera mata banyak diyakini masyarakat mampu mengeluarkan bisa ular. Selain itu, juga dapat digunakan untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit dengan metode tradisional. Terutama penyakit luar.
 
Banyak orang yang meyakini kayu dewandaru dan kalimasada memiliki tuah untuk meningkatkan kewibawaan seseorang. Itu sebabnya, dua jenis kayu ini banyak dibuat menjadi tongkat komando. Selain itu, juga dibuat tongkat dengan ukiran motif naga.
 
“Sering saya mendapat pesanan tongkat komando untuk para pejabat dan aparat TNI dan polisi,” kata Biki.
 
Tak hanya meningkatkan kewibawaan, Biki menambahkan, kayu dewandaru dan kalimasada juga diyakini masyarakat dapat dijadikan penangkal santet. Selain itu, juga dapat dijadikan penangkal pengaruh buruk di dalam rumah.
 
“Konon katanya, tiga jenis kayu ini yang membawa ke sini (Karimunjawa) adalah putra Sunan Kudus saat menyebarkan agama Islam di Karimunjawa,” pungkas Biki. 
(RRN)