Angka Kemiskinan di Jateng Berkurang 12%

Mustholih    •    Kamis, 04 Jan 2018 17:11 WIB
kemiskinan
Angka Kemiskinan di Jateng Berkurang 12%
Ilustrasi -- ANT/Pradita Utama

Semarang: Provinsi Jawa Tengah menutup 2017 dengan menekan angka kemiskinan sebesar 12,23 persen. Jumlah penduduk miskin di Jateng pada Maret 2017 tercatat ada 4.450.720 orang. Pada September 2017, berkurang menjadi 4.197.490 orang.

"Secara nasional, penurunan kemiskinan di Jawa Tengah terbanyak kedua setelah Jawa Barat," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri di Semarang, Kamis, 4 Januari 2018.

Dadang menambahkan, selama periode Maret-September 2017 jumlah penduduk miskin di perkotaan turun 73 ribu orang. Sedangkan, penduduk miskin di pedesaan turun 179 ribu orang.

Menurut Dadang, penurunan tersebut sebagian besar dipengaruhi peran komoditi makanan yang mencapai 73,38 persen. "Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, daging sapi, telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, dan gula pasir," jelasnya.

Komoditi non-makanan, kata Dadang, juga punya pengaruh besar menekan angka kemiskinan di Jateng. Antara lain yaitu perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

"Faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan di Jawa Tengah adalah inflasi yang terkendali. Selama Maret-September 2017 terjadi inflasi sebesar 1,16 persen. Penyaluran beras sejahtera (rastra) juga semakin membaik," ungkap Dadang.

Dadang menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen pada upaya menekan angka kemiskinan pada 2018.


(NIN)