Bupati Bantah Disdik Kebumen Punya Proyek Bernilai Rp4,8 M

Suyono Sugondo    •    Senin, 17 Oct 2016 13:09 WIB
ott kpk
Bupati Bantah Disdik Kebumen Punya Proyek Bernilai Rp4,8 M
Gedung KPK di Jakarta, Metrotv

Metrotvnews.com, Kebumen: Bupati Kebumen Fuad Zahya membantah Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, membantah pernyataan KPK terkait nilai proyek Rp4,8 miliar setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada dua hari lalu. Nilai tertinggi dari proyek di Dinas Pendidikan Kebumen hanya Rp1,2 miliar.

"Namun kami menghormati proses pemeriksaan kasus di KPK," kata Bupati Fuad di Kebumen, Senin (17/10/2016).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan Dinas Pendidikan Kebumen mendapat alokasi dana Rp4,8 miliar pada APBD-Perubahan 2016. Kemudian dana itu dipecah menjadi beberapa proyek.

Baca: KPK: Dana Pendidikan Jangan Jadi Bancakan!

Pernyataan Bupati terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dua hari lalu. Penyidik menangkap seorang pegawai Dinas Pendidikan Kebumen dan anggota DPRD Kebumen.

Wakil Bupati Kebumen Yasid Mahfud mengungkapkan rasa prihatin atas penangkapan tersebut. Yasid mengatakan OTT menjadi peringatan bagi Pemkab Kebumen untuk lebih mengawasi dan mewaspadai tindak pidana korupsi.

Yasid menegaskan, OTT tak berdampak pada pelayanan publik. Meskipun KPK menyegel 10 ruang kantor di Pemda Kebumen terkait kasus tersebut, pegawai tetap masuk kantor.

"Pemerintahan tetap berjalan. Kami tidak boleh terganggu dengan kasus ini. Pegawai tetap masuk seperti biasa dan kami akan tetap kooperatif dengan proses hukum," ujar Yasid.

Beberapa ruang yang disegel di antaranya Kantor Sekda, Pelayanan Unit Jasa, dan Kepala Dinas Pendidikan.

Sabtu pagi 15 Oktober, KPK melakukan OTT di Kebumen. Anggota DPRD Kebumen berinisial SH ditangkap bersama kepala seksi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen berinisial SW.

Baca: KPK OTT Anggota DPRD Kebumen

Setelah penangkapan, penyidik membawa mereka ke Polres Kebumen. Kemudian, mereka dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut.

Berikut video OTT di Kebumen:


 


(RRN)