Penyebab Banjir di Hilir Bengawan Solo Lambat Surut

   •    Rabu, 30 Nov 2016 15:13 WIB
banjir
Penyebab Banjir di Hilir Bengawan Solo Lambat Surut
Sejumlah warga menerobos genangan banjir luapan Bengawan Solo yang melanda Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (26/11). (Ant/Aguk Sudarmojo)

Metrotvnews.com, Bojonegoro: Beberapa wilayah di Jawa Timur terendam banjir akibat luapan Bengawan Solo. Banjir dinilai lambat surut lantaran terpengaruh pasang air laut. 

"Genangan banjir luapan Bengawan Solo di hilir mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan, sulit surut dengan cepat karena bersamaan dengan air laut pasang," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Budi Hendro, dikutip Antara, Rabu (30/11/2016).

Baca: Banjir Kepung Solo, Rumah Wali Kota Terendam

Ia memberikan gambaran sehari lalu air laut di muara Bengawan Solo di Sembayat, Gresik, pasang sejak pukul 18.00 WIB sampai pukul 22.40 WIB. Akibatnya, luapan sungai Bengawan Solo lamban surut.

Namun, menurut dia, sekarang ini air laut sudah tidak pasang sehingga surutnya air banjir luapan Bengawan Solo di hilir, Jawa Timur, sudah normal.

Hanya saja, secara bersamaan Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, juga banjir akibat memperoleh pasokan air dari Ponorogo dan Madiun. Kawasan itu masuk siaga banjir.

Bahkan, lanjut dia, banjir luapan Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, yang sempat masuk siaga merah sekarang ini airnya juga mulai merambah Bengawan Solo di Ndungus.

"Air banjir Bengawan Solo dari hulu, Jawa Tengah, mulai masuk Ndungus, Ngawi, pagi tadi," jelas dia.

Baca: Rumah Wali Kota Solo Langganan Banjir

Air dari Ngawi diperkirakan akan menambah ketinggian Bengawan Solo di Bojonegoro. Debit banjir diperkirakan tiba di Bojonegoro sehari lagi.

Senada disampaikan Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Hirnowo. Pihaknya kini meningkatkan kewaspadaan.

Data yang dipegang Hirnowo, ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro 14,79 meter (siaga kuning), Rabu pukul 13.00 WIB.

Di hilir Babat, Laren, Karanggeneng, Kuro, Lamongan, dalam waktu bersamaan masing-masing 8,37 meter (merah), 5,93 meter (merah), 4,54 meter (merah), dan 2,37 meter (kuning).

"Posisi air di hilir Jawa Timur, masih terus naik," jelas Budi menegaskan.




(SAN)