Sopir Ojek Pangkalan Datangi Balaikota Solo

Pythag Kurniati    •    Senin, 31 Oct 2016 15:40 WIB
gojek
Sopir Ojek Pangkalan Datangi Balaikota Solo
Pengemudi ojek pangkalan saat mendatangi Balaikota Solo, Jawa Tengah, Senin (31/10/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Konflik antara pengemudi ojek berbasis aplikasi dengan ojek pangkalan di Kota Solo, Jawa Tengah belum juga rampung. Buntutnya, belasan sopir ojek pangkalan mendatangi Balaikota Solo untuk bertemu Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

“Sayangnya beliau (wali kota) sedang tidak berada di Balaikota. Tujuan kami untuk menyampaikan keluhan para pengemudi ojek pangkalan terhadap keberadaan ojek online,” ungkap Ketua Paguyuban Ojek Pangkalan Sukardi, Senin (31/10/2016).

Mereka menganggap ojek berbasis aplikasi telah merebut pelanggan. Tak jarang, dia mengklaim pengemudi ojek daring sengaja menunggu penumpang di beberapa titik. “Itu menurunkan pendapatan kami hingga 50 persen lebih,” kata dia.

Baca: Puluhan Sopir Go-Jek Datangi Ojek Pangkalan Stasiun Purwosari

Sukardi menerangkan, di Kota Solo ada 375 pengemudi ojek yang terbagi dalam 30 pangkalan. Mereka serempak menolak keberadaan ojek berbasis aplikasi.

“Keinginan kami, hanya kearifan wali kota, untuk membuat kebijakan yang melindungi kami,” terang dia.

Salah satu pengemudi ojek pangkalan, Endang merasakan penurunan pendapatan yang cukup drastis. “Saya biasa menunggu penumpang di sekitar kampus. Mahasiswa yang dulu menjadi pelanggan sekarang sudah beralih, hampir setengah jumlahnya,” paparnya.

Gesekan antara pengojek pangkalan dengan pengojek daring terjadi akibat insiden di kawasan Purwosari. Seorang pengojek daring dianiaya orang tak dikenal, pada 12 Oktober 2016.

Pengojek berbasis aplikasi lantas ramai-ramai mendatangi kawasan itu, untuk minta klarifikasi dari pengojek pangkalan. Polresta Solo pun telah berusaha mempertemukan dua kubu. Pengojek pangkalan tak datang pada mediasi.

Kasus penganiayaan itu masih dalam penyelidikan Polrestabes Solo.

Baca: Wali Kota Solo Minta Presiden Tinjau Ulang "Restunya" pada Go-Jek

Kala itu, Wali Kota Solo menyebut bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi pemerintah pusat yang merestui keberadaan ojek daring. Rudy, demikian ia biasa disapa bersikukuh Solo menolak keberadaan ojek berbasis aplikasi.

“Saya akan mempelajari terlebih dahulu lebih lanjut apakah perlu menerbitkan Perwali atau tidak,” ujar Rudy saat itu.


(SAN)