KPK: Penggeledahan Ruang Bupati Jepara Terkait Suap

Rhobi Shani, Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 04 Dec 2018 17:09 WIB
penggeledahan
KPK: Penggeledahan Ruang Bupati Jepara Terkait Suap
Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi. Medcom..id/Rhobi

Jepara: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi, Selasa, 4 Desember 2018. Penggeledahan terkait suap putusan Praperadilan atas SP-3 dari Kejaksaan Tinggi Jateng Tahun 2017.

"Bukan OTT, tapi penggeledahan terkait suap kepada hakim," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo kepada Medcom.id, Selasa, 4 Desember 2014. 

Baca: KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Jepara

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi tak menduga kasus penyelewengan dana bantuan politik sebesar Rp79 juta itu bakal berbuntut panjang.

“Setelah pelantikan, SP3 itu dipraperadilankan. Lalu saya ditersangkakan,” ujar Marzuqi ditemui di rumah dinas, pada, Selasa, 4 Desember 2018.

Marzuqi merinci, kasus bermula pada 2016, Marzuqi sebagai Ketua DPC PPP Jepara dan dua pengurus DPC PPP Jepara dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah atas dugaan Banpol PPP sebesar Rp79 juta. Marzuqi dan dua pengurus DPC PPP jadi tersangka.

Pada kontestasi Pilkada Jepara 2017, Marzuqi terpilih menjadi bupati. Saat itu, proses hukum Marzuqi di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sebagai tersangka masih berjalan. 

Jelang pelantikan sebagai bupati terpilih, terbit Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyidikan (SP3) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Pada sidang praperadilan atas SP3, Marzuqi kalah dan kembali menyandang status tersangka. Marzuqi lantas mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang. Hakim PN Semarang, Lasito, mengabulkan permohonan Marzuqi.

“Tapi kemenangan ini diduga ada (praktik penyuapan, red.), kemudian dilaporkan ke KPK,” kata Marzuqi.

Saat petugas KPK menggeledah ruang kerja bupati, Marzuqi menambahkan, dirinya juga dimintai keterangan. Marzuqi ditanya apakah mengenal dan ada hubungan dengan hakim Lasito.       

“Saya bertemu dengan hakim Lasito saja tidak pernah, kenal saja tidak. Sebelumnya, sudah dua kali saya dipanggil KPK, tapi saya percaya sama orang, karena pada panggilan yang pertama saya sakit dan yang kedua ada kepentingan. Kemudian tadi saya dipesan petugas agar kooperatif,” beber Marzuqi.


(ALB)