Bawaslu Sebut Aksi Warga Boyolali Bebas Politik

Antara    •    Selasa, 06 Nov 2018 12:47 WIB
unjuk rasa boyolali
Bawaslu Sebut Aksi Warga Boyolali Bebas Politik
Capres Prabowo menyapa pendukungnya di Boyolali, 30 Oktober 2018, MI - Widjajadi

Boyolali: Badan Pengawas Pemilu mengkaji aksi damai puluhan ribu warga di Boyolali, Jawa Tengah. Aksi pada Minggu, 4 November 2018 itu, terkait dengan pidato calon nomor urut 2 Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilai melukai perasaan warga Boyolali.

Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga Bawaslu Boyolali Rubiyanti mengatakan telah memantau dan mengkaji aksi tersebut. Tujuannya untuk memastikan, apakah aksi itu termasuk kampanye atau tidak.

Menurut Rubiyanto, aksi itu tak berhubungan dengan kegiatan politik. Tapi, warga berunjuk rasa dalam masa kampanye.

"Tapi kami belum dapat mengatakan ada pelanggaran atau temuan dalam aksi tersebut," ungkap Rubiyanto di Boyolali, Senin, 5 November 2018.

Sebab, Bawaslu, ungkap Rubiyanto, perlu melihat konten aksi secara cermat dan mendalam. Sehingga kesalahan dalam pengambilan kesimpulan dapat dicegah.

Bawaslu juga perlu melakukan investigasi untuk mengumpulkan data tambahan agar kajian dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari tulisan pada poster ataupun isi orasi.

"Kami harus jeli dan teliti mencermati aksi itu, karena memang aksi unjuk rasa di luar kampanye. Jika kegiatan kampanye menggunakan undang-undang pemilu, akan jelas dan gampang menganalisanya," katanya.

Ketua DPRD Boyolali S Paryanto selaku koordinator aksi mengatakan aksi protes yang diikuti puluhan ribu warga Boyolali dilakukan murni secara spontanitas. Ia menegaskan tak ada muatan politik dalam aksi tersebut.

"Jadi, aksi pada Minggu itu murni gerakan warga Boyolali, dan jangan ada salah persepsi. Mereka hadir berkumpul memprotes karena merasa dilecehkan martabatnya," kata Paryanto.


(RRN)