Tegal Dihebohkan Pernikahan Sejenis

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 16 Nov 2017 14:49 WIB
Tegal Dihebohkan Pernikahan Sejenis
Sejumlah warga tengah melihat kondisi rumah orangtua Nirma yang tampak kosong di Desa Batunyana, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Tegal: Warga Desa Batunyana, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dihebohkan dengan pernikahan sesama jenis. Perkawinan itu baru terbongkar setelah kedua perempuan itu hidup bersama sebagai suami-istri dan berkunjung ke orang tua suami.
 
Pengantin perempuan bernama Nirma, warga Desa Batunyana. Sementara pengantin laki-laki bernama Akbar, warga Cilacap. Ternyata, nama Akbar hanya samaran. Dia sebenarnya perempuan tulen bernama Syaela Indriani. Bahkan, wanita yang kerap menggunakan sorban di kepalanya itu sudah mempunyai anak di Cilacap. Keluarga Nirma sangat terpukul karena merasa tertipu.

Terjadinya pernikahan itu dibenarkan oleh kakek Nirma, Wasto,62. Pernikahan berlangsung pada September lalu. "Nikahnya di rumah. Tidak dirame-rame. Saya baru tahu setelah nikah karena tidak dikasih tahu. Saya juga tinggal di rumah anak saya (yang lain) di Gunungjati (Kecamatan Bojong)," kata Wasto saat ditemui, Kamis, 16 November 2017.

Menurut Wasto, pengantin laki-laki mengaku bernama Akbar dan tinggal di Cilacap. Identitas Akbar sebagai perempuan baru terungkap setelah Nirma ke rumah Akbar beberapa pekan silam."Baru tahunya (jika Akbar perempuan) di rumahnya si Akbar," ucapnya.

Wasto awalnya juga kaget ketika mendengar Nirma sudah menikah. Sebab, orangtua Nirma tidak memberi tahu tentang pernikahan tersebut. "Saya saja tidak diberi tahu, apalagi saudara-saudaranya yang lain. Saya malah lebih kaget ketika Akbar itu ternyata perempuan," kata Wasto geram.

Wasto juga mengaku tidak mengetahui kelanjutan pernikahan tersebut setelah identitas pengantin laki-laki yang ternyata seorang perempuan terbongkar. "Saya tahunya seminggu setelah menikah mereka pergi ke Batam atau ke mana. Rumah Zamroni (ayah Nirma) juga kosong sejak kemarin," ujarnya.

Saat mendatangi rumah Zamroni, kondisinya memang sepi. Pintu rumah dengan dinding berupa batako itu tertutup rapat. Kaca jendela di bagian depan juga tertutup tirai. Tidak tampak adanya penghuni rumah yang keluar saat coba dipanggil.

Kondisi serupa juga ditemui di rumah dua tetangga Zamroni yang lokasinya berdekatan dengan rumah tersebut. Kampung tersebut tampak sepi. Namun, sejumlah warga Desa Batunyana yang rumahnya berada cukup jauh dari rumah Zamroni menyebut pernikahan sesama jenis sudah banyak diketahui warga. 

"Iya, benar. Warga sudah banyak yang membicarakan. Katanya yang nikah sama-sama perempuan," kata salah satu warga.

Kapolsek Bojong AKP Sugeng Subagyo juga membenarkan adanya pernikahan sesama jenis tersebut. Namun dia mengaku tidak bisa memberi keterangan karena pihak keluarga korban belum melaporkan pelaku ke polisi. “Jadi kami tidak bisa memberikan keterangan," ucapnya singkat.
(ALB)