Polhut Tegal Gagalkan Pembalakan Liar

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 06 Oct 2017 16:53 WIB
pembalakan liar
Polhut Tegal Gagalkan Pembalakan Liar
Petugas Perhutani KPH Balapulang, Kabupaten Tegal mengecek barang bukti berupa kayu jati yang berhasil diamankan dari pembalakan liar. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Tim Buser Polisi Hutan (Polhut) Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,  menggagalkan pembalakan liar atau illegal logging sebanyak 30 batang kayu jati. 

Peristiwa terjadi saat Wakil Administratur (ADM) Perhutani KPH Balapulang, Budi Sutomo mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada truk yang mengangkut kayu jati dari petak 120 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pengarasan, Tojong, Kabupaten Brebes. Mendapat informasi itu, Budi yang baru bertugas sebulan di KPH tersebut bergegas menindaklanjutinya. 

"Saya dapat informasi pada hari Rabu malam sekira pukul 22.00. Waktu itu, saya langsung mengumpulkan tim buser Pomob (polisi hutan mobil) untuk menuju lokasi," kata Budi Sutomo, kepada Metrotvnews.com, Jumat,  6 Oktober 2017. 

Saat hendak menuju ke lokasi, Budi melihat sebuah truk mengangkut kayu jati melintas di Jalan Raya Tegal-Purwokerto tepatnya di Desa Kesambi, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Tanpa menunggu lama, Budi yang didampingi dengan tim buser polhut langsung menghentikan truk yang ber nomor polisi (nopol) E 9501 VP itu. 

Saat dihentikan, supir truk dan satu orang penumpang yang diduga pemesan kayu jati langsung turun dari truk dan lari. Begitu pula dengan seorang pengendara sepeda motor matic yang disinyalir sebagai pengawal truk itu, juga kabur saat dihentikan.

"Truk itu kami hentikan pada Kamis pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Di dalam truk ada dua orang. Mereka kabur semua. Yang mengawal juga kabur. Dia mengendarai sepeda motor Mio," ungkapnya.

ADM KPH Balapulang, Kabupaten Tegal, Gunawan Sidik Pramono menambahkan, saat ini barang bukti sudah disita di kantornya. Barang bukti itu berupa kayu jati sebanyak 30 batang. Panjangnya 2 meter. Sedangkan diameternya antara 25 - 40 sentimeter. Menurut Gunawan, jika kayu itu dirupiahkan, nominalnya mencapai Rp 30 juta. 

"Pembalakan liar terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar. Hal itu mendasari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 pasal 12 jo pasal 83 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan," tandasnya.



(ALB)