BPBD DIY Sebut Gunungkidul dan Bantul Alami Dampak Bencana Terparah

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 01 Dec 2017 13:54 WIB
siklon tropis cempaka
BPBD DIY Sebut Gunungkidul dan Bantul Alami Dampak Bencana Terparah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno -- medcom.id/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak langsung akibat Siklon Tropis Cempaka. Bencana seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, hingga tanah longsor terjadi pada 28-29 November 2017.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Kabupaten Gunungkidul dan Bantul paling terdampak adanya Siklon Tropis Cempaka. "Gunungkidul dan Bantul terdampak paling parah. Lalu, ada Kulon Progo dan Kota Yogyakarta," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno di kantornya, Kamis, 30 November 2017.

Di Gunungkidul, lanjut Krido, banjir masih menggenangi di berbagai wilayah. Sejumlah rumah rusak hingga hilang, akses jembatan rusak, dan ada yang putus.

(Baca: Pengelola Obyek Wisata di Yogya Diminta Waspada)

Kemudian, Kampung Bojing, Galaran I, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul terisolasi akibat jembatan satu-satunya sebagai akses hanyut. Di Bantul, sejumlah akses jalan terputus dan beberapa jembatan rusak akibat banjir.

"Di Kulon Progo dan Kota Yogyakarta ada longsor. Longsor itu menimbulkan korban jiwa," kata dia.

Di Kampung Jlagran, Kelurahan Prenggokusuman, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, terjadi longsor. Tiga orang tewas dalam kejadian ini, yaitu Subarjono, Ambar, dan bocah berusia tiga tahun bernama Aurora.

Di Kulon Progo, terjadi banjir dan longsor yang menyebabkan dua orang meninggal. Longsor terjadi di Dusun Ngroto, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

"Evakuasi sempat terkendala cuaca yang sulit diprediksi. Kadang hujan, reda, lalu hujan sangat lama. Kondisi lapangan terkadang tidak memungkinkan," ujar Krido.

(Baca: Sawah di Kulon Progo dan Bantul Paling Parah Terimbas Banjir)

Krido menambahkan, BPBD bersama SAR dan petugas lain telah menyelesaikan penanganan bencana yang bersifat primer, yakni menyelamatkan nyawa warga. Setidaknya, ada 1.500 warga harus mengungsi akibat banjir.

"Bagaimanapun penyelamatan manusia paling utama. Kemudian kita dorong distribusi pada bantuan logistik," jelasnya.

DIY berstatus siaga darurat bencana usai Siklon Tropis Cempaka menyebabkan bencana alam. Surat Keputusan (SK) status siaga darurat bencana dikeluarkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Raja Keraton Yogyakarta tersebut juga meminta para kepala daerah segera bertindak menangani dampak bencana. Di sisi lain, DPRD DIY siap mendukung penggunaan dana APBD yang sesuai perundang-undangan untuk penanganan bencana.

 


(NIN)