Warga Terdampak Banjir Terserang Kutu Air

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 02 Dec 2017 16:34 WIB
banjirlongsor
Warga Terdampak Banjir Terserang Kutu Air
Lumpur tebal masih berserakan di halaman sejumlah warga di Desa Dogongan, Imogiri, Bantul. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Bantul: Warga Bantul terdampak banjir saat terjadi Siklon Tropis Cempaka mulai terserang penyakit. Sejumlah di antaranya terserang penyakit kulit, yakni kutu air. 

Nanik, warga Desa Dogongan, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, mengatakan sejumlah warga memang mulai merasakan gatal-gatal di kaki. Biasanya, banyak dirasakan anak-anak. 

"Anak-anak di sini mulai gatal-gatal. Mungkin karena sering bersentuhan dengan air," kata dia di Desa Dogongan pada Sabtu, 2 Desember 2017. 

Di desa tersebut menjadi salah satu lokasi yang terdampak parah oleh banjir. Hampir seluruh rumah di desa itu sempat terendam air. Meski tak dalam, air banjir dari Sungai Oya rata-rata masuk ke dalam rumah. 

Kendatipun air sudah surut beberapa hari lalu, namun lumpur masih banyak berserakan di desa dogongan. Hampir semua halaman rumah warga masih terdapat lumpur. 

Sementara itu, warga Dusun Wunut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, juga mengalami hal serupa. Sejumlah warga juga terkena kutu air. "Mungkin gatal-gatal itu karena lumpur," kata seorang patugas Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul, Isna Ika Siti Nuryah. 

Menurut Isna, ada cukup banyak warga yang merasakan gatal di bagian kaki. Ia mengatakan ada sekitar 80 warga yang sudah mengeluh kepada petugas PMI. 

"Kami mulai memberikan obat-obatan dari yang dimiliki PMI. Namun warga mungkin masih membutuhkan obat-obatan untuk penyakit kulit dan parasetamol," ujarnya. 


(ALB)