Empat ABK Asal Pemalang jadi Korban Tenggelamnya Kapal Golden Tuna 88

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 23 Nov 2017 12:52 WIB
kapal tenggelam
Empat ABK Asal Pemalang jadi Korban Tenggelamnya Kapal Golden Tuna 88
ilustrasi Metrotvnews.com

Pemalang: Empat warga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menjadi korban tenggelamnya Kapal Golden Tuna 88 di perairan Australia, Sabtu, 28 Oktober 2017. Jumlah awak kapal dalam peristiwa kecelakaan tersebut berjumlah ada 20 orang, hingga kini belum ada kabar beritanya.

“Saya sudah mendapatkan informasi dari Ditpolair Polda Bali soal terbakarnya kapal Golden Tuna 88 di perairan Australia. Menurut laporan ada 20 orang dan empat di antaranya warga Pemalang,” kata Kepala Satuan Kepolisian Air (Satpolair) Polres Pemalang, Ajun Komisaris Sunardi, saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis, 23 November 2017.
 
Mereka adalah Ruslani, 44, warga Desa Wanarejan Selatan; Warso, 40, warga Wanarejan Selatan; Kurnianto, 35, warga Belik; dan Gugus Priyadi, 29, warga Desa Jebed Selatan.

“Informasi awal ada tiga orang di antaranya merupakan orang Pemalang. Setelah ditelusuri, ada satu orang asal Pemalang tapi tinggalnya di Pekalongan. Kami sudah mengecek ke keluarga ABK di rumahnya masing-masing,” katanya.
 
Suami salah satu korban Kurnianto, Maesaroh, 30, mengatakan suaminya berangkat dari Bali pada 12 Juli 2017 bersama tiga rekannya. Sejak saat itu, ia tidak pernah berkomunikasi dengannya.

“Terakhir itu saya mau menanyakan kabar suami saya pada 28 Oktober 2017,” katanya.

Tapi sehari setelah itu, lanjut dia, perusahaan memberitahu kalau kapal tempat suaminya bekerja terbakar. Ia langsung syok dan tidak percaya. Dia lalu segera memastikan lagi kepada perusahaan kebenaran kabar itu.
 
Kapal ikan yang ditumpangi suaminya ternyata mengalami kecelakaan sejak empat hari sebelum dia menerima kabar itu. “Katanya, kemungkinan para penumpang kapal menyelamatkan diri dengan sekoci. Kemungkinan lain yakni diselamatkan oleh kapal lain,” pungkasnya.


(ALB)