Seorang Pelajar di Sleman Sempat Diduga Difteri

Patricia Vicka    •    Selasa, 12 Dec 2017 17:11 WIB
klb difteri
Seorang Pelajar di Sleman Sempat Diduga Difteri
Ruang isolasi yang digunakan untuk merawat pelajar yang diduga terjangkit difteri di RSUP Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta -- ANT/Andreas Fitri Atmoko

Yogyakarta: Seorang pelajar di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sempat diduga terjangkit difteri. Dugaan tersebut muncul karena kondisi fisik sang anak menunjukkan gejala-gejala difteri.

Dinas Kesehatan Sleman pun bergerak cepat dan melakukan penyelidikan kepada sang anak tersebut. Hasilnya, Rumah sakit Umum Pemerintah (RSUP) Sardjito Yogyakarta menyatakan siswa tersebut negatif difteri.

Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Sardjito Yogyakarta Trisno Heru Nugroho menjelaskan, hasil negatif didapatkan usai dilakukan sejumlah pemeriksaan oleh dokter ahli. "Pemeriksaan meliputi tes darah dan flek di tenggorokan. Hasilnya semua negatif. Jogja masih aman dari difteri," kata dia di Yogyakarta, Senin, 11 Desember 2017.

Menurut Trisno, siswa tersebut sempat dirawat selama empat hari di RSUP Sardjito. Gejalanya sakit tenggorokan, demam, dan lemas. Sama seperti gejala difteri.

"Ketika dicek, di belakang tenggorokannya banyak riak putih-putih. Langsung kami isolasi dia di Ruang Dahlia," jelas Heru.

Setelah menjalani perawatan di ruang isolasi selama empat hari, siswa tersebut sembuh. Tim dokter menduga siswa tersebut terjangkit infeksi saluran pernafasan kronis.

"Pasien sudah sembuh dan sudah diperbolehkan pulang," lanjut Trisno.

(Baca: Cara DIY Nihil Kasus Difteri)

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DIY mengklaim telah terbebas dari penyakit difteri sejak beberapa tahun belakangan. Tingginya cakupan vaksinasi menjadi faktor utama nihilnya penyakit difteri.

Sejak 2007, imunisasi anak di DIY mencapai lebih dari 90 persen. Walau nihil difteri, pemda tetap melakukan sejumlah antisipasi untuk mencegah Difteri masuk ke DIY. Di antaranya dengan memperkuat sistem pengawasan melalui diagnosis dini dengan melibatkan petugas medis di puskesmas dan tingkat pelayanan pertama.

Penyakit difteri disebabkan bakteri Corynebacterium Diphteriae. Penyakit ini dan ditularkan jika ada kontak langsung dengan penderita dan bisa disebarkan melalui udara. Kuman difteri keluar bersama air ludah atau ingus penderita.

Bayi berusia tiga tahun ke bawah paling rentan terkena difteri. Mereka lemah karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk dengan baik.


(NIN)