Driver Taksi Online Dicokok karena Gunakan Sabu

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 06 Sep 2017 12:15 WIB
narkoba
Driver Taksi Online Dicokok karena Gunakan Sabu
Wakapolres Sleman, Kompol Heru Muslimin, menunjukkan barang bukti driver taksi online PG (lengan bertato) bersama sejumlah penyalah guna narkoba. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Sleman: Polres Sleman, Yogyakarta, mencokok pengemudi (driver) taksi online berinisial PG, 33, karena mengonsumsi sabu beberapa hari lalu. PG memakai sabu untuk meningkatkan semangat dan menjaga tenaga saat bekerja.

"(Pakai sabu) untuk jaga stamina. Biar fit, gak mudak capek biar cari penumpang terus," kata PG di Mapolres Sleman pada Rabu, 6 September 2017.

Dia mengaku sudah setahun menjadi sopir taksi online. Namun, dia juga mengaku sudah dua tahun mengonsumsi sabu. PG berstatus residivis setelah pernah ditangkap Polda DIY di kasus psikotropika dan tindak kekerasan.

"Saya bebas tiga bulan lalu, vonis 5 bulan waktu itu," katanya.

Wakil Kepala Polres Sleman, Kompol Heru Muslimin menerangkan, PG merupakan warga Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman dan ditangkap di kawasan Gunungkidul. Polisi melakukan pengejaran setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.

"Laporan kami kembangkan, kami kejar pelaku. Pelaku kami tangkap di Gunungkidul," kata Heru .

Dari PG, polisi tak menemukan barang bukti sabu. Polisi hanya menemukan alat hisap dari minyak kayu putih, botol bekas likuid dan korek gas. "Pelaku saat ini dalam pemberkasan," katanya.

Selain PG, Polres Sleman juga menangkap RS, 29, warga Semarang dalam kasus serupa. Polisi menemukan barang bukti sebuah tas beisi alat hisap, pipet kaca, sedotan, dan korek gas, serta 0,5 gram sabu.

Polisi menjerat PG dan RS dengan 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tentang 2009 tentang Narkoba dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun denda maksimal Rp10 miliar.


(SUR)