Melongok Persiapan Kenaikan Tahta Raja Solo di Tengah Konflik Keluarga

Pythag Kurniati    •    Rabu, 19 Apr 2017 19:16 WIB
keraton
Melongok Persiapan Kenaikan Tahta Raja Solo di Tengah Konflik Keluarga
Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo meninjau kawasan Keraton Kasunanan Suakarta sebagai persiapan jumenengan pada 22 April mendatang.

Metrotvnews.com, Solo: Upacara peringatan kenaikan tahta raja (Tingalan Jumenengan) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tinggal dua hari lagi. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah sebagai panitia eksternal turut membantu proses persiapan jumenengan.

"Sudah 99 persen. Masih ada sedikit yang segera perlu dilakukan sebelum jumenengan pada 22 April," ungkap Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Rabu, 19 April 2017.

Rudy, demikian dia disapa, antara lain meminta pengecatan Gapura Gladak serta pembersihan rumput dan semak-semak di kawasan Keraton. Pekerjaan ini diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup. Rudy juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menambal lubang di Jalan Paku Buwono. 

Sekda Budi Yulistianto selaku Ketua Panitia Eksternal Jumenengan menambahkan, Pemkot Solo diberi kepercayaan menjadi panitia eksternal yang mengurus hal-hal di luar adat. Sementara tata cara adat diurus oleh panitia internal.

Persiapan dan penyelenggaraan jumenengan akan melibatkan sinergi dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Beberapa OPD yang dikerahkan yakni Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan Kota, serta DPU dan PR.

"Yang diperkirakan hadir 500 tamu undangan VVIP, VIP, keluarga dan kerabat keraton, serta 1.000 abdi dalem,” kata Budi.

Jokowi selesaikan konflik 

Tingalan jumenengan tahun ini dipastikan juga akan dihadiri raja Keraton Kasunanan Surakarta yaitu PB XIII. Setelah empat tahun tidak menghadiri jumenengan di Sasana Sewaka, pada tingalan jumenengan ke-13 ini PB XIII dipastikan hadir.

Meski demikian Humas Kepanitiaan Internal Tingalan Dalem Jumenengan, KP Bambang Pradotonagoro mengungkapkan ada hal yang sedikit berbeda. Jumenengan kali ini dilakukan tanpa prosesi pemberian gelar (kekancingan).

"Kami akan fokus kepada pelaksanaan jumenengan saja dulu,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, panitia telah menyebar sejumlah undangan termasuk ditujukan pada Presiden Jokowi, Wapres dan beberapa menteri.

"Pak Presiden Jokowi kami undang karena beliau punya sejarah dalam menyelesaikan konflik keraton," tuturnya.


(SAN)