Jelang Iduladha, Keraton Gelar Prosesi Numplak Wajik

Patricia Vicka    •    Rabu, 30 Aug 2017 21:21 WIB
iduladha 2017
Jelang Iduladha, Keraton Gelar Prosesi <i>Numplak Wajik</i>
Abdi dalem menyusun kerangka dan bahan-bahan Gunungan Hajad Iduladha. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Jelang Perayaan Iduladha 1438 H, Keraton Yogyakarta menggelar prosesi Numplak Wajik di Panti Pareden, Kemagangan Keraton Yogyakarta Rabu 30 Agustus 2017 sore. Tumplak Wajik merupakan salah satu acara dalam rangkaian Hajad Dalem Grebeg Besar ke-1950.

Prosesi Numplak Wajik diawali dengan keluarnya Putri Sulung Raja Keraton Yogyakarta, GKR Mangkubumi beserta abdi dalem dari Keraton Kilen (tempat tinggal raja). Sang putri yang menggunakan kebaya busana kebaya tradisional dan rambut dikonde gelung tengkuk segera menuju sebuah bangunan bernama Panti Pareden atau Omah Gunung. Bangunan ini terletak di sudut selatan kompleks Kemagangan.

Kedatangannya diiringi musik tradisional gejok lesung yang ditabuh oleh beberapa orang abdi dalem Konco Abang. Abdi dalem yang mendampingi putri, membawa sejumlah ubo rampe(sesaji) sebagai kelengkapan prosesi Numplak Wajik.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama (kaum). Selanjutnya Mangkubumi menumplakkan (memindahkan) wajik ke sebuah papan kayu berbentuk lingkaran yang menjadi dasar Gunungan Grebeg Putri. Wajik yang berbentuk seperti kerucut tersebut dibungkus memakai kain dan kemudian dikurungi dengan kayu kerangka gunungan.

Acara diakhiri dengan pembagian Dlingo Bengle (parutan rempah berwarna kuning) kepada seluruh abdi dalem dan warga yang hadir. Dlingo Bengle atau boreh ini dipercaya bisa menolak bala dan menolak kesialan.

Usai acara selesai, GKR Mangkubumi menjelaskan prosesi ini dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa khususnya Keraton Yogyakarta. "Prosesi bertujuan untuk memohon kepada Tuhan minta keselamatan dan pangestu agar seluruh rangkaian Grebeg Besar bisa berjalan lancar. Juga sebagai nguri-nguri (melestarikan) budaya,"jelas Mangkubumi.

Usai prosesi tumplak wajik selesai, para abdi dalam segera membuat gunungan grebeg. Akan ada tujuh gunungan yang akan dibagikan dan dikirab pada Sabtu 2 September 2017 pagi. Ketujuh gunungan itu diantaranya Gunungan Putri, tiga Gunungan Kakung, Gunungan Darat dan Pawuhan.

Pada Sabtu pagi, ketujuh gunungan akan dipindahkan dan dikirab dari Keraton  Yogyakarta menuju Masjid Kauman, kompleks Kepatihan dan Puro Pakualaman.


(SUR)