Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul Mulai Merata

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 26 Sep 2017 12:35 WIB
kecelakaan lalu lintas
Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul Mulai Merata
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Unit Lalu Lintas Polres Gunungkidul, Yogyakarta mencatat angka kecelakaan di wilayah tersebut tergolong tinggi. Yang teranyar, lokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas bergeser ke jalur yang sepi atau tak begitu ramai kendaraan. 

Kepala Unit Lalu Lintas Polres Gunungkidul, Iptu Kusnan Priyono menjelaskan, sudah 54 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas hingga Agustus 2017. Angka ini tergolong rendah karena tahun lalu korban kecelakaan meninggal sebanyak 74 orang. 

Namun, angka kecelakaan 2017 bisa bertambah lantaran masih menyisakan waktu tiga bulanan. Menurut Kusnan, angka itu tak bisa dijadikan tolok ukur dalam penilaian kecelakaan lalu lintas. "Tak bisa data itu dijadikan patokan, sebab korban kecelakaan yang meninggal bisa saja naik," katanya di Gunungkidul, Selasa 26 September 2017. 

Selain korban, lanjutnya jalur yang menjadi lokasi rawan kecelakaan mengalami pergeseran. Selain itu, kecelakaan lalu lintas banyak terjadi di jalur utama wilayah Gunungkidul, misalnya Jalan Yogyakarta-Wonosari, Jalan Wonosari-Semin, hingga Jalan Wonosari-Tanjingsari. 

Menurut dia, jalur yang rawan kecelakaan saat ini berada di jalan tergolong sepi, seperti di Kecamatan Panggang, Purwosari, dan Tepus. Kecelakaan di jalur tersebut mulai memakan korban jiwa. 

"Tak hanya jalur ramai, jalur sepi pun rawan kecelakaan. Artinya, jalur rawan kecelakaan di sini hampir merata," kata dia. 

Pihaknya terus berupaya menyosialisasikan ke masyarakat atas mematuhi aturan dan menjalankan standar berlalu lintas. Menurutnya, baik warga maupun wisatawan harus mematuhi aturan lalu lintaa saat berkendara. 

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyatakan jalur jalan lintas selatan (JJLS) yang semula sepi pun tak luput dari jalur yang rawan kecelakaan. Usai dilakukan pelebaran, katanya, tak sedikit pengendara yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi saat melintasi JJLS. 

Immawan mengaku pernah mendapat laporan tiga peristiwa kecelakaan dalam sehari. "Dan ketiga korban itu meninggal," tuturnya.


(ALB)