Jalan Arteri Nasional Yogyakarta Kini Punya Nama Baru

Patricia Vicka    •    Kamis, 07 Sep 2017 17:13 WIB
yogyakarta
Jalan Arteri Nasional Yogyakarta Kini Punya Nama Baru
Tugu Yogyakarta. Foto: Antara/Noveradika

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Yogyakarta memberi nama Jalan Arteri Nasional yang melingkari kota Yogyakarta. Jalan tersebut diberi nama pahlawan nasional dan raja-raja nusantara.

Sekretaris Daerah Pemda DIY, Gatot Saptadi menjelaskan pemberian nama pada jalan arteri nasional bertujuan untuk mempermudah masyarakat mencari alamat rumah atau bangunan.

"Selama inikan jalan arteri ini belum diberi nama. Hanya dinamai jalan Ringroad utara, selatan, timur dan barat. Orang jadi susah mencari karena panjang jalannya," tutur Gatot di kompleks Kepatihan Jalan Malioboro Yogyakarta, Kamis 7 September 2017.

Pemberian nama jalan tercantum dalam Keputusan Gubernur nomor 166/Kep/2017 tertanggal 24 Agustus 2017. Dalam keputusan itu Jalan arteri ringroad barat dari perempatan Palem Gurih hingga Simpang empat Jombor diberi nama Jalan Siliwangi (sepanjang 8,58 km) Sementara Jalan Arteri Ringroad Utara dari perempatan Jombor  sampai pertigaan Maguwoharjo dinamai Jalan Padjajaran (sepanjang 10 km).  

Jalan Ringroad Timur dari Simpang Tiga Janti hingga Simpang Empat Jalan Wonosari diberi nama Jalan Majapahit (sepanjang 3,20 km). Kemudian dari Dongkelan ke pertigaan Gamping diberi nama Jalan Brawijaya (sepanjang 5,86 km).

Sedangkan Jalan Ringroad Selatan dari Simpang Empat Jalan Wonosari hingga Simpang Empat Immogiri Barat dinamai Jalan Ahmad Yani(sepanjang 6,50km). Terakhir Jalan Ringroad sisi Barat Daya dari Perempatan jalan Immogiri Barat hingga perempatan Dongkelan bernama Jalan Wirjono Projodikoro (sepanjang 2,78km).


Pemberian nama jalan untuk jalur lingkar luar Yogyakarta (outer ring road) dalam Keputusan Gubernur nomor 166/Kep/2017. Foto: Istimewa/Polda DI Yogyakarta

Gatot menambahkan nama jalan yang berasal dari raja nusantara dan pahlawan nasional dipilih  untuk menyatukan nasional dan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami masukkan nama raja dari daerah lain untuk menunjukkan bahwa Yogyakarta menerima semua pihak dari daerah manapun. Lalu kami pilih nama raja yang menyatukan nusantara dimasa lalu," jelasnya.

Sementara nama jalan Wirjono Projodikoro dipilih atas masukan dari Pengadilan Tinggi DIY untuk memasukkan tokoh terkemuka dari bidang hukum. Gatot menegaskan pemilihan nama jalan ini merupakan masukan dari banyak pihak seperti akademisi, budayawan dan sejarawan.

"Prosesnya pembahasan hingga ditentukannya panjang. Makan waktu empat tahun. Tapi sekarang sudah dapat izin dari pemerintahh pusat,"pungkasnya.

Pemda DIY akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam waktu dekat soal nama baru jalan ini.


(SUR)