FKUB Kendal Menandatangani Deklarasi Terkait Rohingya

Iswahyudi    •    Kamis, 07 Sep 2017 19:53 WIB
rohingya
FKUB Kendal Menandatangani Deklarasi Terkait Rohingya
Penandatanganan deklarasi terkait etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar -- MTVN/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kendal menandatangani deklarasi terkait etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Perwakilan enam agama ini sepakat, bahwa tragedi yang menimpa muslim Rohingya tidak berkaitan dengan agama, melainka unsur sejarah, ekonomi, dan politik.

Ketua FKUB Kendal Moh. Ubaidi mengatakan, warga sebaiknya tidak ikut aksi #SaveRohingya di Magelang pada Jumat 8 September 2017. Cukup mendoakan dari rumah masing-masing, demi menciptakan rasa aman dan kondusif.

"Kami harap warga Kendal tidak perlu datang ke Masjid An Nur Magelang, yang lokasinya tidak jauh dari Burobudur," kata Ubaidi usai penandatanganan deklarasi di pendopo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis 7 September 2017.

(Baca: #SaveRohingya, Menjaga Indonesia)

Upaya mencegah warga untuk ikut aksi #SaveRohingya di Magelang juga dilakukan Polres Kendal. Mereka melakukan penjagaan di tiga lokasi yang merupakan pintu masuk ke Magelang.

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya menjelaskan, penjagaan dilakukan di Sukorejo, Limbangan, dan Kaliwungu. "Bukan berarti warga tidak boleh ikut aksi damai. Kami hanya meminimalisir jumlah warga yang ikut, karena kalau jumlahnya besar akan sulit dikendalikan," ujarnya.

Ketua DPRD Kendal Prapto Utono menambahkan, apa pun aksi yang dilakukan masyarakat terkait konflik di Myanmar, hendaknya dilakukan secara damai. "Jika ada masyarakat ke Magelang, itu hak mereka. Saya hanya mengimbau agar tidak anarkis," pungkasnya.

(Baca: Aksi Bela Rohingya Dipindah ke Masjid An-Nur)

Sebelumnya, aksi #SaveRohingya direncanakan digelar di depan Candi Borobudur oleh ratusan organisasi masyarakat. Namun, rencana aksi tersebut dilarang.

Candi Borobudur merupakan warisan budaya Indonesia dan dunia. Keberadaannya menjadi ikon wisata yang harus dilestarikan. Aksi kemudian dipindah ke Masjid An-Nur Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang.


(NIN)