8.000 Orang Ikut Aksi Kebhinekaan di Yogya

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 30 Nov 2016 12:38 WIB
nkri
8.000 Orang Ikut Aksi Kebhinekaan di Yogya
Para pemimpin lintas iman doa bersama untuk keutuhan NKRI di Yogyakarta, Rabu (30/11/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Berbagai elemen masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta tumpah ruah di depan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta, Rabu 30 November. Ribuan orang dari berbagai latar belakang tersebut mengikuti aksi Bhinneka Tunggal Ika.

Mereka yang terlibat aksi di antaranya akademisi, pemuka agama, budayawan, seniman, komunitas, gerakan perempuan, unsur pemerintahan, hingga aparat dari kepolisian dan TNI. Mereka mengawali aksi dengan berjalan kaki dari Taman Parkir Abu Balar Ali menuju monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta untuk orasi.

Baca: Tokoh Lintas Etnis-Agama di Solo Berikrar Jaga Kemajemukan

Koordinator umum aksi, Widihasto Wasana Putra mengajak masyarakat tetap setia pada ideologi Pancasila sebagai dasar negara dan mengaplikasikan ke kehidupan bermasyarakat.

"Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus saling menghormati dan mengutamakan sikap toleransi yang beragam suku, adat istiadat, dan agama. Sebagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika," kata Widihasto.

Ia juga mengutarakan, bangsa Indonesia harus siap terlibat dalam perdamaian dunia. Kesiapan menjadi agen perdamaian itu termaktub di dalam UUD 1945.


Massa peserta aksi Nusantara Bersatu di Monumen Serangan Oemoem Satu Maret Yogyakarta.

Baca: Habib Lutfi Yahya Ikut Apel Nusantara Bersatu di Semarang

"Aksi ini diikuti selitar 8 ribu orang dari seratus kelompok di Yogyakarta. Kita berkomitmen bersama menjaga NKRI," kata dia.

Sekretatis MUI DIY, Kamaludiningrat ikut menyatakan dukungannya terhadap negara kesatuan republik Indonesia. "Tak hanya menjaga kemajemukan, bangsa Indonesia harua bisa menjadi bangsa yang mandiri," ungkapnya.

Menjelang akhir aksi, sejumlah perwakilan berbagai agama berada di atang panggung. Mereka menghelat doa bersama secara bergantian.


(SAN)