Kalla Sebut Kedamaian Modal Utama Kemajuan Bangsa

Patricia Vicka    •    Minggu, 06 Aug 2017 15:25 WIB
jusuf kalla
Kalla Sebut Kedamaian Modal Utama Kemajuan Bangsa
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menutup perhelatan Asian Youth Day (AYD) 2017 di Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi menutup perhelatan Asian Youth Day (AYD) 2017 di Yogyakarta. Pada sambutannya, Kalla menekankan pentingnya menjaga kedamaian.

"Selain ilmu pengetahuan dan teknologi, hal paling penting adalah kedamaian. Negara sekaya apa pun, akan runtuh kalau timbul konflik," kata Kalla di Lapangan Dirgantara, Akademi Angkatan Udara Jalan Laksda Adi Sucipto, Yogyakarta, Minggu 7 Agustus 2017.

Kalla mencontohkan negara di Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika, yang kaya dengan sumber daya alam. Potensi yang mereka punya tak bisa membuat mereka menjadi besar karena konflik berkepenjangan yang tak kunjung selesai.

"Karena itulah saya harapkan semua kita disini mencapai kemajuan itu, mendapat kemajuan itu dari semangat untuk damai," jelas Kalla.

Menurut Kalla, generasi muda di Asia memiliki semangat tinggi untuk memajukan negara. Apalagi, Benua Asia kini menjadi harapan utama kemajuan dunia.

(Baca: Kalla Hadiri Puncak Perayaan Asian Youth Day ke-7)

Melalui AYD 2017, Kalla berharap anak muda dari seluruh Asia bisa saling mengenal, belajar budaya, dan merajut persaudaraan. "Harapan kita, pertemuan ini menciptakan sinergi, saling mengenal, dan tahu kebiasaan satu sama lain. Sehingga, di masa mendatang bisa punya sinergi dengan bangsa-bangsa yang hadir di sini," pungkasnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi menambahkan, peserta AYD 2017 yang berasal dari berbagai negara bisa belajar harmoni dalam keberagaman agama dan suku selama tinggal di Indonesia. Pelajaran itu nantinya bisa disiarkan ke dunia untuk menciptakan perdamaian di tengah perbedaan.

Penutupan AYD 2017 ditandai dengan pemukulan gong oleh Jusuf Kalla didampingi Menpora Imam Nachrowi, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dan Kardinal Monsinyur Ignasius Suharyo.

AYD adalah kegiatan pertemuan perwakilan anak muda Katolik dari berbagai negara di Asia. Pertemuan ini dilakukan sekali dalam tiga tahun dalam rangka peningkatan spiritual kepada Tuhan.

Kegiatan ini digagas Federation of Asian Bishops' Conference (FABC) atau Federasi Konferensi uskup atau wali gereja se-Asia. Tahun ini, peserta yang terlibat di AYD sebanyak 1.100 orang dari Indonesia dan 900 peserta dari negara Asia lain. Selain itu, sebanyak 750 orang ikut menjadi sukarelawan.

AYD 2017 berlangsung pada 2-6 Agustus 2017. Sebelum acara dimulai, para delegasi live in di rumah warga di Yogyakarta. India bakal menjadi tuan rumah AYD selanjutnya.

 


(NIN)