Pancasila Bekal Pemuda Hadapi Perubahan Globalisasi

Patricia Vicka    •    Sabtu, 22 Jul 2017 11:47 WIB
pancasila
Pancasila Bekal Pemuda Hadapi Perubahan Globalisasi
Presiden Joko Widodo saat membuka Kongres Pancasila ke-9 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya Pancasila sebagai bekal anak muda untuk menghadapi perubahan dunia yang begitu cepat. Salah satu hal yang penting untuk membentuk karakter adalah dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

"Anak muda perlu dibekali dengan karakter bangsa yang kuat, agar tidak tergerus perubahan dunia dan teknologi yang begitu cepat. Saya ingin seluruh rektor dan guru besar peka akan perubahan," kata Jokowi saat membuka Kongres Pancasila ke-9 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu 22 Juli 2017.

Jokowi juga meminta komitmen nyata pemuda Indonesia untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sebab, Pancasila adalah kunci utama mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia yang beragam.

Saat keliling dunia, ia kerap ditanya pemimpin negara tentang rahasia mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki 250 juta penduduk dengan 17.000 pulau, 714 suku, dan 1.100 bahasa lokal.

"Jawaban saya, karena Indonesia punya Pancasila. Dunia kagum dengan Pancasila. Maka, generasi muda jangan melupakan ini. Kalian harus bangga mengatakan, saya Indonesia dan saya Pancasila," tegas alumni Fakultas Kehutanan UGM ini.

Jokowi berharap, Indonesia dijadikan rujukan internasional tentang hidup rukun dan damai di tengah kemajemukan dunia.

Senada, Rektor UGM Panut Mulyono menegaskan komitmen UGM mengajak seluruh komponen bangsa menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. "Semoga kongres ini bisa semakin mengobarkan semangat Pancasila dalam diri kita, terutama generasi muda," tutup Panut.

Kongres Pancasila berlangsung selama tiga hari pada 21-23 Juli 2017 di UGM. Acara pembukaan Kongres Pancasila dihadiri 400 undangan yang sebagian besar adalah mahasiswa UGM.

Presiden Jokowi datang didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno.


(NIN)