Dua Pahlawan Revolusi dari Yogyakarta Seolah Dilupakan

Patricia Vicka    •    Minggu, 01 Oct 2017 14:32 WIB
hari kesaktian pancasila
Dua Pahlawan Revolusi dari Yogyakarta Seolah Dilupakan
Bagus Haryo Wibisono, cucu pertama Brigjen Katamso -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Keluarga dua pahlawan revolusi dari Yogyakarta menyambut baik usulan Presiden Joko Widodo untuk membuat ulang Film G30S/PKI. Mereka ingin sosok Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono ditampilkan dalam film.

"Kami kecewa karena Film G30-S/PKI tidak memasukkan peristiwa (penculikan dan pembunuhan) dua pahlawan revolusi dari Yogyakarta," kata Bagus Haryo Wibisono, cucu pertama Brigjen Katamso, usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pahlawan Pancasila, Kentungan, Sleman, Yogyakarta, Minggu 1 Oktober 2017.

Bagus menyebut, Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono bagaikan pahlawan yang dilupakan. Kedua petinggi militer ini hampir tidak pernah disebutkan dalam peristiwa sejarah pemberontakan PKI.

Bahkan, keduanya juga luput dimasukkan dalam buku sejarah terkait pemberontakan PKI. Sejarah kebanyakan hanya menceritakan tujuh jenderal yang diculik, disiksa, dan dibunuh oleh PKI. Padahal, faktanya ada sembilan petinggi militer yang diculik dan disiksa sampai mati.

Jika ada pihak yang hendak membuat ulang film terkait pemberontakan PKI, Bagus berharao agar film dibuat sesuai fakta sejarah. Dua pahalwan revolusi asal Yogyakarta harus dimasukkan dalam cerita.

"Kami sudah minta pada pemerintah untuk memperhatikan keluarga (pahlawan) yang di Yogyakarta, karena selama ini hanya yang Jakarta selalu diekspos," ucap Bagus.


Ganish Priyono, putra keenam Kolonel Sugiyono -- MTVN/Patricia Vicka

Senada, putra keenam Kolonel Sugiyono mengaku siap membantu memberikan informasi terkait pembunuhan ayahnya oleh PKI. "Saya dukung pembuatan film baru agar dua pahlawan ini diakomodasi dalam film," tutur Ganish Priyono.

(Baca: Raja Yogyakarta Napak Tilas ke Lubang Penyiksaan Pahlawan Revolusi)

Sebagai informasi, Brigjen Katamso saat pemberontakan PKI menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas. Sedangkan, Letnan Kolonel Sugiyono menjabat Kepala Staf Korem 072.

Keduanya diculik oleh PKI pada 1 Oktober 1965 malam, usai penculikan dan pembunuhan sadis tujuh jenderal AD di Jakarta. Keduanya kemudian disiksa di tempat yang kini menjadi Monumen Pahlawan Pancasila Sakti. Jenazah keduanya kemudian dikubur di dalam lubang sepanjang 1,87 meter dengan kedalaman 0,5 meter.


(NIN)