Warga Dua Kelurahan di Semarang Jalan Kaki 1 Km Cari Air Bersih

Mustholih    •    Kamis, 07 Sep 2017 17:18 WIB
kemarau dan kekeringan
Warga Dua Kelurahan di Semarang Jalan Kaki 1 Km Cari Air Bersih
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meninjau warga Deliksari yang sebulan

Metrotvnews.com, Semarang: Ratusan warga pada dua kelurahan di Semarang, Jawa Tengah, dalam sebulan terakhir dilanda kekeringan. Mereka mengaku mulai kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sejak awal Agustus lalu.

Menurut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, warga Semarang yang dilanda kekeringan itu berada di Dukuh Deliksari, Kecamatan Gunungpati, dan Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. "Pantauan kami ada dua kelurahan (yang kekeringan). Deliksari di Gunungpati dan Rowosari di Tembalang," kata Hendrar Prihadi saat meninjau warga Deliksari, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 7 September 2017.

Namun, kata Hendrar Prihadi, Pemkot Semarang berkomitmen mendistribusikan air bersih bagi semua warga yang terdampak kekeringan. "Pokoknya kalau ada permohonan warga, langsung didistribusikan air bersih secara gratis. Seperti di deliksari setiap jari didrop air bersih. Di Rowosari, teman-teman juga lagi drop (air bersih)," tegas Hendrar Prihadi.

Demi membebaskan Dukuh Deliksari dari kekeringan, Hendrar Prihadi mengaku punya rencana membangun jaringan pipa air bersih dari PDAM Gunung Pati. Di sisi lain, Pemkot Semarang akan membangun jaringan pipa dari Waduk Jati Barang, Gunung Pati, ke Kelurahan ke Kecamatan Ngaliyan, Tugu, dan Semarang Barat. "Kami sedang menunggu proyek besar. Itu sumber air dari  Waduk jati barang. Kalau terealisasi, bisa mengairi 60 ribu kepala keluarga," jelas Hendrar Prihadi.

Ketua RW Deliksari, Supangat, menyatakan setiap musim kemarau tiba, dukuh yang dipimpinnya ini selalu mengalami kekeringan air. Demi mendapat dua dirigen air bersih, Warga Deliksari harus rela berjalan kaki sepanjang satu kilometer ke sebuah sendang yang ada di atas dukuh. "Kalau kemarau, air sangat sulit sekali. Cari air di Sendang, satu kilometer di atas sana," terang Supangat yang memimpin 100 KK warga Deliksari.


(ALB)