Kekeringan Paksa Warga Kalinyar Cari Air ke Desa Lain

Rhobi Shani    •    Kamis, 07 Sep 2017 13:25 WIB
kemarau dan kekeringan
Kekeringan Paksa Warga Kalinyar Cari Air ke Desa Lain
Warga mengantre kiriman air bersih untuk kawasan terdampak kekeringan di Jepara, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Setiap musim kemarau tiba, warga Desa Kalianyar, Kedung, Jepara, Jawa Tengah, sulit mendapatkan air bersih.  Warga terpaksa mencari air bersih ke luar desa.

“Sejak usai lebaran Idul Fitri, air (PDAM) benar-benar mati (tidak mengalir). Terpaksa harus ke desa lain mencari
air,” ujar Suriah, warga Desa Kalianyar, Kamis 7 September 2017.

Pada hari-hari biasa, warga Desa Kalianyar memenuhi kebutuhan air bersih mengandalkan air dari PDAM. Namun jaringan PDAM tak dapat diandalakan pada musim kemarau seperti yang tengah terjadi. Warga juga enggan membuat sumur tanah lantaran air yang dihasilkan asin dan payau.

(Baca: Kekeringan di Jepara Meluas)

Saat ini, Suriah harus berjalan 1,5 menuju Desa Surodadi untuk mengambil air kebutuhan minum dan memasak. Sementara untuk kebutuhan mencuci, dia terpaksa menggunakan air sungai yang keruh dan berbau.

“Setelah dicuci di sungai, terus dibilas sekali dengan air bersih. Mencucinya ya, tiga hari sekali,” kata Suriah.

Ketua RT3/RW1 Desa Kalianyar, Ngateman menambahkan, biasanya setiap malam warga harus begadang menunggu air PDAM mengalir. Sebab, air PDAM hanya mengalir pada tengah malam.

“Warga patroli jaga air karena harus bergilaran,” ungkap Ngateman.

Namun hal ini mulai berubah karena desanya sudah mendapat kiriman air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara.

(Klik juga: Bank Air Solusi Jangka Panjang untuk Kekeringan)


Namun perlahan, warga tak lagi harus selalu bergadang dan bersusah payah menunggu aliran air. Pasalnya, BPBD Kabupaten Jepara setiap dua hari memasok air bersih sebanyak 6.000 liter setiap dua hari.

 “Kiriman air ini hanya untuk minum dan masak. Kalau untuk mencuci pakaian, biasanya warga mencuci ke rumah-rumah saudaranya yang ada di luar desa,” pungkas Ngateman.
 


(SUR)