Kasus DBD di Jepara Terus Menurun

Rhobi Shani    •    Jumat, 07 Apr 2017 16:02 WIB
pencegahan dbd
Kasus DBD di Jepara Terus Menurun
Seorang petugas melakukan foging -- MI/Abdus Syukur

Metrotvnews.com, Jepara: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terus menurun. Pada 2017, hingga akhir Maret, tercatat 136 kasus DBD dengan satu orang korban meninggal.

Pada 2015, Kabupaten Jepara menempati peringkat tiga kasus DBD tertinggi di Jawa Tengah. Pada 2016, turun ke peringkat sembilan. Tahun ini, Kabupaten Jepara diprediksi menempati peringkat 15 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

"Di Jepara ada lima kecamatan yang mendominasi DBD, yaitu Kecamatan Bangsri, Kembang, Tahunan, Pecangaan, dan Kecamatan Jepara Kota," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Dwi Susilowati, Jumat, 7 April 2017.

Susi menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya kasus DBD di lima kecamatan tersebut. Di antaranya, kepadatan penduduk dan mobilitas warganya.
                               
Sebagai pencegahan, pihaknya mengimbau warga tetap melaksanakan giat pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Disamping itu, warga diimbau tidak bergantung pada fogging atau pengasapan.

"Fogging itu memberantas nyamuk dewasa. Sedangkan, telur dan larva tidak. Jika tidak dibarengi dengan PSN, maka tindakan tersebut tidak efektif," terang Susi.

Susi mengkalim, pihaknya telah melakukan Gerakan Serentak (gertak) untuk memberantas DBD. Gerakan itu melibatkan seluruh komponen warga untuk melakukan PSN.

"Kita juga melakukan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat). Satu keluarga harus mempunyai paling tidak satu orang untuk memberantas sarang nyamuk. Jadi, tidak hanya mengandalkan gerakan dari pemerintah," beber Susi.

Selain itu, Susi juga menginisiasi hadirnya personel akselelator di beberapa daerah. Hal itu ditujukan untuk menginventarisir keluhan warga tentang penyakit, termasuk DBD.


(NIN)