Peredaran Sabu di Jepara Dikendalikan dari Lapas Kedungpane

Rhobi Shani    •    Jumat, 18 Aug 2017 14:23 WIB
narkoba
Peredaran Sabu di Jepara Dikendalikan dari Lapas Kedungpane
Gelar perkara kasus narkoba di Mapolres Jepara. --MTVN/Rhobi--

Metrotvnews.com, Jepara: Perderan narkoba jenis sabu di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang. Ini berdasar pengakuan tersangka pengedar sabu Akhmad Yulianto, 20 tahun.
 
Kepada polisi dan awak media, Yulianto alias Tekek mengaku mendapat kiriman paket sabu dari kakaknya yang kini mendekam di Lapas Kedungpane. Setiap pekan, sang kakak menghubunginya melalui sambungan seluler.
 
“Kalau telepon biasanya sore sekitar pukul 15.00, terus nomornya ganti-ganti,” ujar Tekek, bapak satu anak itu, Jumat 18 Agustus 2017.
 
Baca: Banting Setir Pembuat Aksesori jadi Pengedar Narkoba

Tekek bilang, kakaknya sudah lama menjalankan bisnis narkoba. Mulanya, Tekek hanya pengguna. Kali pertama Tekek mencicipi barang haram itu diberi cuma-cuma oleh sang kakak.
 
“Begitu ketangkap Polda, saya meneruskan (mengedarkan)” kata Tekek.
 
Dalam menjalankan bisnisnya, Tekek mengaku tidak membutuhkan modal. Dia hanya menunggu telepon dari sang kakak. Kemudian mengambil paket sabu di tempat yang diperintahkan. Selanjutnya, Tekek membuat paket-paket kecil.
 
“Yang pesan sudah ada, tinggal mengantar saja. Terus uangnya ditransfer,” ungkap Tekek.  
 
Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengungkapkan hal senada, narkoba yang diedarkan Tekek dan jaringannya dikendalikan dari dalam Lapas Kedungpane.
 
“Jaringan Tekek dikendalikan dari Kedungpane,” kata Yudi.
 
Tekek ditangkap Satuan Narkoba Polres Jepara pada Jumat 11 Agustus 2017. Sebelum menggeledah rumah dan menangkap Tekek, polisi lebih dulu menangkap Rizki Busro alias Papua, kurir Tekek.
(ALB)