Warga Lereng Gunung Slamet Harus Menyusuri Bukit Demi Air Bersih

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 29 Jul 2017 17:39 WIB
kemarau dan kekeringan
Warga Lereng Gunung Slamet Harus Menyusuri Bukit Demi Air Bersih
Warga Desa Siremeng harus menyusuri bukit untuk dapat air bersih di Pekalongan, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pemalang: Musim kemarau yang terjadi sejak dua bulan terakhir membuat ribuan warga Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kekurangan air bersih. Warga di lereng Gunung Slamet ini harus berjalan 1 kilometer menyusuri Bukit Pesamoan demi mendapatkan air bersih.

"Soalnya, di bawah airnya cuma keluar sedikit. Itu pun harus antre sampai dua hari," kata Kusyanto, warga Desa Siremeng, Sabtu 29 Juli 2017.

Bapak satu anak ini mengatakan, ia biasa mengambil air bersih dua hari sekali. Dengan berbekal jeriken dan ember, Kusyanto menyusuri jalan terjal dan mendaki bukit.

"Air ini khusus buat masak dan minum. Kalau mandi dan mencuci, pakai air hujan dari bak tendon," tambahnya.

Selain mengandalkan air hujan dan sumber mata air di perbukitan, Kusyanto juga membeli air bersih dari pedagang keliling. Ia harus merogoh kocek Rp6 ribu untuk tiap jeriken air bersih yang dibelinya.

"Sekali beli biasanya sampai Rp30 ribu. Saya berharapnya dapat bantuan dari pemerintah. Karena kondisi saat ini sangat meberatkan warga yang kurang mampu," kata Kusyanto.

Kepala Desa Siremeng Solihin mengatakan, hampir seluruh dusun dengan jumlah penduduk 6.000 jiwa itu mengalami krisis air bersih. Satu-satunya sumber mata air di Bukit Pesamoan pun kini mulai mengering.

Solihin mengakui, sudah ada bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang. Namun, bantuan tersebut masih sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan air bersih seluruh penduduk desa.

"Bantuan hanya di beberapa titik saja. Padahal, Desa Siremeng ada 27 RT yang butuh bantuan. Kami harap pemerintah bisa rutin memberikan bantuan," pungkasnya.


(NIN)