Kampung Patehan Yogyakarta Bebas dari Atribut Parpol

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 02 Oct 2018 15:01 WIB
pilegpilpres 2019
Kampung Patehan Yogyakarta Bebas dari Atribut Parpol
Suasana Kampung Patehan RW 3 di Kota Yogyakarta yang menyatakan diri bebas atribut partai politik, Selasa, 2 Oktober 2018. Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Kampung Patehan RW 3 di Kota Yogyakarta menyatakan bebas dari pemasangan atribut partai politik (parpol). Meski bebas atribut parpol, warga tak alergi dengan dunia politik.

Di sebuah pagar rumah warga terdapat tulisan imbauan mengenai Kampung Patehan yang bebas atribut parpol.

"Warga hingga pengurus RW 3 memang sudah sepakat soal (kampung Patehan) bebas atribut parpol," kata Ketua RT 15, Rudi Harsya di Kota Yogyakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

Lelaki 49 tahun itu menyatakan, kampung yang terdiri dari 5 rukun tetangga (RT) dan 200 kepala keluarga (KK) memilih untuk bebas atribut parpol demi menjaga ketertiban dan keamanan. Menurut Rudi, sikap warga itu menjadi wujud netral tanpa memihak salah satu kelompok parpol. 

"Spanduk (bebas atribut parpol) belum lama kami pasang. Kami ingin warga tetap guyub meski tahun politik," jelas Rudi

Rudi mengatakan, spanduk bebas atribut parpol pertama kali dipasang pada pemilu kali ini. Meski pada pemilu sebelumnya tanpa atribut parpol, warga juga sepakat tak menuangkannya ke sebuah spanduk.

"Pilihan politik itu urusan masing-masing. Utama kami di kampung adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar tidak terjadi konflik," ungkap Rudi. 

Meski bebas atribut politik, warga Kampung Patehan diimbau tetap memakai hak pilih sebagai warga negara. Menurut Rudi, pilihan politik diserahkan ke masing-masing warga.

Seorang warga Kampung Patehan, Nurdiana, 49, menambahkan, imbauan Kampung Patehan bebas atribut parpol baik untuk warga. Selain menghindari konflik, juga mengurangi sampah visual.

"Kalau waktu pemilihan ya kami tetap milih ke TPS. Yang penting warga tidak pecah karena beda pandangan politik," pungkas Rudi. 


(DEN)