Tiga Pengguna SKTM Tak Valid di Solo Didiskualifikasi

Pythag Kurniati    •    Rabu, 11 Jul 2018 18:01 WIB
pendidikan
Tiga Pengguna SKTM Tak Valid di Solo Didiskualifikasi
Dua pendaftar didiskualifikasi dari SMA 2 Solo setelah petugas melakukan survei lapangan. Medcom.id/ Pythag Kurniati

Solo: Delapan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Solo, Jawa Tengah, melakukan survei lapangan. Survei dilakukan untuk memastikan ada tidaknya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu selama pendaftaran PPDB SMA 2018.

Hasilnya, dari delapan SMA Negeri di Kota Solo, ditemukan tiga SKTM tak valid. Dua orang merupakan pendaftar di SMAN 2 Surakarta dan satu orang pendaftar di SMAN 8 Surakarta.

Ketua PPDB SMAN 2 Surakarta Dwi Arti Mariyunani mengemukakan, ada 34 pendaftar dari kategori keluarga miskin (gakin) di SMA nya.

Sedangkan survei lapangan menyasar delapan pendaftar ber-SKTM. Dari 8 orang tersebut, dua orang dinyatakan didiskualifikasi.

Survei meliputi beberapa komponen penilaian. Misalnya pekerjaan orang tua, penghasilan, kepemilikan kendaraan, kondisi rumah dan lain sebagainya. Tim juga mengambil dokumentasi dan melakukan wawancara.

"Ada yang salah satunya orang tuanya PNS, kemudian saat disurvei pun mereka sedang liburan ke Bali," kata Dwi, Rabu, 11 Juli 2018.

Dwi menambahkan, usai melaporkan pada provinsi, nama-nama pendaftar yang tak layak mengantongi SKTM otomatis langsung terhapus dari sistem.

Berdasarkan data di Kota Solo, siswa dari keluarga miskin (gakin) paling banyak terdaftar di SMAN 4 Solo. Yakni sejumlah 121 orang. Disusul kemudian SMAN 3 Solo dengan jumlah gakin 120 orang.

Ketua PPDB SMAN 4 Solo Nanang Inwanto menerangkan, status pendaftar gakin dibuktikan dengan SKTM maupun SK Gakin dari pemerintah daerah dan KIP. Sekolah wajib melakukan survei lapangan pada sejumlah siswa gakin yang mengantongi SKTM untuk membuktikan kebenaran.

"Di SMAN 4 ada 25 pendaftar pemegang SKTM yang kami survei lapangan," ungkap Nanang.

Survei, kata dia, dilakukan secara bertahap dan berulang. Artinya, jika ada sesuatu yang masih dinilai meragukan, sekolah akan kembali mendatangi lokasi dengan tim yang berbeda.

"Hasilnya, di SMAN 4 dari 25 orang itu semuanya dinyatakan layak mengantongi SKTM," paparnya.

 


(SUR)