Menteri Bambang Minta Kepala Daerah Berinisiatif Menggerakkan Ekonomi

Pythag Kurniati    •    Senin, 23 Jul 2018 13:15 WIB
bappenas
Menteri Bambang Minta Kepala Daerah Berinisiatif Menggerakkan Ekonomi
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Pythag Kurniati)

Sukoharjo: Pimpinan daerah dan inisiatif lokal menjadi kunci atau ujung tombak mengatasi ketimpangan antardaerah. Hal tersebut ditekankan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Bambang mengatakan, pada era desentralisasi daerah tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah pusat untuk mengurangi ketimpangan. Ia meminta pimpinan daerah terpilih berinisiatif menggerakan perekonomian daerah, yang didasarkan inisiatif lokal.

"Jadi pimpinan daerah itu tidak hanya sekedar jabatan politik tapi juga bisa  menggerakkan ekonomi. Dengan begitu, ketimpangan bisa teratasi," ungkap Menteri Bambang saat menghadiri konferensi tahunan IRSA bertema ‘Penguatan Ekonomi Regional dan Lokal’ di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 23 Juli 2018.

Bambang mengaku, pemerintah pusat harus tetap menjalankan tugas melalui instrumen fiskal. Seperti transfer daerah dan pembangunan infrastruktur.  Namun, daerah tidak boleh hanya mengikuti tren secara nasional atau mengandalkan program dan anggaran pemerintah pusat. 

"Sementara sekarang, masih banyak pimpinan daerah yang kesannya seperti hanya menjalankan rutinitas," papar dia.

Bambang menyebut, ada beberapa daerah kreatif hingga berdampak pada perkembangan perekonomiannya. Hal tersebut tidak terlepas dari karakter dan inisiatif pimpinan daerah. Salah satunya Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Kulonprogo disebut mampu melihat potensi dan memberdayakan ekonomi lokal. "Dengan begitu dia memiliki daya saing, bisa mempersiapkan daerahnya menjadi pintu masuk daerah wisata Borobudur," katanya. 

Selain Kulonprogo, di luar Jawa ada pula Kabupaten Bantaeng di Sulawesi Selatan. Untuk mendorong kreativitas pemerintah daerah, Bambang meminta perguruan tinggi turut andil  memperkuat inisiatif lokal. 

"Jadi lokal inisiatif ini harus menjadi arus utama," pungkas dia.



(LDS)