Pelayaran Karimunjawa Ditutup Hingga 5 Januari

Rhobi Shani    •    Rabu, 02 Jan 2019 13:16 WIB
cuaca ekstremgelombang tinggi
Pelayaran Karimunjawa Ditutup Hingga 5 Januari
Kapal nelayan bersandar di Dermaga Kartini Jepara akibat gelombang tinggi. Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Gelombang tinggi diprediksi terjadi di utara laut Jawa hingga, 5 Januari 2019. Aktivitas pelayaran barang dan penumpang dari Jepara ke Karimunjawa dan sebaliknya dihentikan sementara.

Sebelumnya, pelayaran Jepara-Karimunjawa ditutup sejak, Minggu, 30 Desember 2018. Kepala UPP Syahbandar Jepara Trijoto menyampaikan, tinggi gelombang mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter empat hari terakhir dengan kecepatan angin mencapai 21 knots (39 kilometer per jam).

"Demi keselamatan kapal tidak diizinkan berlayar. Untuk sementara kami tidak mengeluarkan SIB (surat izin berlayar)," ujar Trijoto, Rabu, 2 Desember 2019.

Sejumlah kapal memilih berlindung di pulau-pulau kecil di perairan laut Jepara akibat gelombang tinggi. Tercatat enam kapal saat ini berlindung di Pulau Panjang. satu tanker serta lima tongkang dan kapal tunda (tugboat).

Akibat pelayaran terhenti, pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji tersendat. Ratusan wisatawan sampai saat ini masih tertahan di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

Ketua Perkumpulan Biro Wisata Karimunjawa Arif Setiawan menyebut 279 wisatawan tertahan di Karimunjawa. Mereka semestinya meninggalkan Karimunjawa pada Minggu dan Senin kemarin.

"Sampai saat ini untuk kebutuhan wisatawan masih cukup aman dan terkendali. Kemungkinan, Jumat besok kapal baru bisa berangkat," kata Arif.


(SUR)