Bayi Tujuh Bulan Meninggal Setelah Ditolak Berobat di Puskesmas

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 11 Dec 2017 16:38 WIB
bayi
Bayi Tujuh Bulan Meninggal Setelah Ditolak Berobat di Puskesmas
Emiti di depan pusara anaknya -- medcom.id/Kuntoro Tayubi

Brebes: Seorang bayi berusia tujuh bulan di Brebes, Jawa Tengah, harus mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditolak saat akan berobat ke puskesmas. Icha Selvia tidak mendapatkan pertolongan dari puskesmas lantaran berkas administrasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibawa kurang lengkap.

Emiti, 32, ibu Icha, mengatakan putrinya lemas akibat terus muntah dan buang air besar. Ia pun membawa Icha ke puskesmas pada Sabtu, 9 Desember 2017, pagi.

"Saya menyerahkan KIS dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) elektronik atas nama saya. Tapi, petugas menolak karena saya tidak melampirkan Kartu Keluarga," kata Emiti di kediamannya, Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, Senin, 11 Desember 2017.

Jarak dari rumah Emiti ke puskesmas satu kilometer. Ia memutuskan tidak mengambil KK di rumah karena jarak yang terlalu jauh, apalagi dia harus berjalan kaki.

"Tadinya mau naik becak, tapi tidak ada ongkos," tutur Emiti.


Karena ditolak puskesmas, Emiti kemudian membawa Icha ke rumah seorang bidan desa. Sayang, sang bidan sedang tidak berada di rumah.

Belum menyerah, Emiti membawa Icha ke polindes (pondok bersalin desa) di kantor desa setempat. Namun, ternyata polindes sudah tutup.

"Saya pasrah dan tidak bisa berbuat apa apa. Meskipun saya tak tega melihat Icha terus muntah-muntah dan buang air besar, tapi saya tidak berani membawa ke rumah sakit karena tidak punya uang," ungkapnya.

Kondisi Icha semakin memburuk. Pada Minggu, 10 Desember 2017, siang, Icha tak lagi bisa bertahan. Bayi tujuh bulan itu pun langsung dikuburkan di TPU terdekat.

Terpisah, pihak Puskesmas Sidamulya mengakui ada petugas yang bekerja tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Petugas tersebut lalai karena menolak pasien hanya karena kurang syarat administrasi.

"Sejatinya kalau kondisi darurat, kita tidak melihat apa apa. Pasien itu harus dilayani terlebih dulu. Masalah persyaratan diurus kemudian," kata Kepala Puskesmas Sidamulya Arlinda.

Menurut Arlinda, ketika datang ke puskesmas, Emiti ditemui seorang petugas pendaftaran dan satu lagi petugas magang. Keduanya menolak menerima pasien karena alasan tidak lengkap administrasi.

Kasus kematian Icha, lanjut Arlinda, sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Pemkab Brebes. Keluarga Icha dan petugas akan dimintai keterangan. Jika terbukti ada kesalahan, petugas yang bersangkutan akan ditindak sesuai prosedur.


(NIN)