Ganjar Sebut Absen di KPK bukan karena Menunggu Rekomendasi

Mustholih    •    Jumat, 05 Jan 2018 13:09 WIB
pilgub jateng 2018
Ganjar Sebut Absen di KPK bukan karena Menunggu Rekomendasi
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, MI - Sumaryanto

Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku meminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan dirinya sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Namun ia membantah ketidakhadirannya di pemeriksaan terkait dengan kegiatan PDI Perjuangan.

Dua hari lalu, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ganjar. Namun politikus PDIP itu tak hadir.

"Saya sudah menelepon KPK. Boleh izin, enggak. Penyidik bilang, oh silakan silakan. Saya meminta penjadwalan ulang Minggu depan," kata Ganjar ditemui di Semarang, Jateng, Jumat, 5 Januari 2018.

Sementara kemarin, PDIP mengumumkan calon yang didukung untuk pemilihan kepala daerah 2018. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan pencalonan di empat provinsi. Namun Jawa Tengah tak masuk dalam daftar pengumuman pencalonan.

Ganjar membantah ketidakhadirannya di KPK terkait jadwal pengumuman di PDIP. Namun ia mengaku hadir dalam pengumuman tersebut. Yang pasti, ujar Ganjar, ia akan tetap kooperatif dengan KPK.

"Enggak ada hubungannya sama rekomendasi. Kalau mau (pemeriksaan) sekarang di sini juga boleh kok. Buat saya enggak ada soal," tegas Ganjar.

Ganjar disebut sebagai calon kuat yang akan direkomendasikan kembali di Pilgub Jateng 2018. Namun PDIP belum juga mengumumkan rekomendasi untuk Pilgub Jateng.

Hingga kini, Ganjar bersikap positif menunggu rekomendasi. Dia menegaskan siap tunduk dan patuh menjalankan keputusan partai.

"Besok ditugaskan lagi, siap. Enggak ditugaskan lagi, saya selalu siap. Kan kader selalu begitu. Wong namanya penugasan kok," jelas Ganjar.

Ganjar mengaku di PDIP dirinya merupakan petugas partai. Sebagai petugas partai, PDIP berhak membuat keputusan apapun dalam Pilkada Jateng 2018.

Yang penting, kata Ganjar, komunikasi dengan Pengurus Pusat PDIP tetap jalan terus. Sebab, di internal partai, saat ini ada 19 tokoh yang juga membidik rekomendasi PDIP sebagai calon Gubernur atau Wakil Gubernur. 


(RRN)