Garebek Maulud, Keraton Yogyakarta Keluarkan Delapan Gunungan

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 01 Dec 2017 15:36 WIB
maulid nabi
Garebek Maulud, Keraton Yogyakarta Keluarkan Delapan Gunungan
Rebutan gunungan dalam garebek Maulud di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta. -Medcom/Mustaqim-

Yogyakarta: Ribuan masyarakat Yogyakarta dan luar daerah berdesakkan saat mengikuti garebek Maulud di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta pada Jumat, 1 Desember 2017. Mereka ikut berebutan gunungan yang dikeluarkan oleh Keraton Yogyakarta. 

Prosesi dimulai dengan upacara di lingkungan Keraton Yogyakarta. Kemudian, sejumlah pasukan mengiringi gunungan yang keluar untuk dibawa ke halaman Masjid Gede Kauman, Pura Pakualaman, dan Kepatihan.

Tahun ini menjadi garebek yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, dari yang biasanya ada sebanyak tujuh gunungan kali ini ada delapan gunungan. 

Nama-nama gunungan itu yakni Gunungan Kakung, Gunungan Putri, Gunungan Anakan, Gunungan Darat, Gunungan Pawuhan, Gunungan Gepak, dan Gunungan Bromo. Tujuh dari delapan gunungan berisi hasil bumi seperti makanan dan sayuran itu diperebutkan di halaman masjid Gede Kauman, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Sementara, Gunungan Bromo dikembalikan ke Kraton Yogyakarta. 



Suyatno, warga Kulon Progo, mengatakan ikut memperebutkan gunungan demi mendapat berkah. "Iya, saya masih percaya dapat bagian gunungan dari garebek bisa dapat berkah," ujarnya. 

Dalam garebek itu, ia mendapatkan kentang. Ia harus berdesakan dan rebutan dengan warga lain di halaman Masjid Gede Kauman. 

Ihwan seorang warga Wonosobo mengatakan, sudah dua kali mengikuti garebek yang diadakan Keraton Yogyakarta. Ia juga berkeyakinan jika mendapat hasil bumi dari rebutan di garebek Maulud bisa mendapat kelancaran dalam beruaaha. 

"Intinya sebagai sarana saja. Bismillah, biar keluarga sehat. Pas menjalankan usaha biar lancar, kalau bertani bisa panennya berkah," kata lelaki yang mendapat sayuran ini. 


(ALB)