Kabel Bawah Tanah di Solo Ditargetkan Rampung 2018

Pythag Kurniati    •    Senin, 21 Nov 2016 16:06 WIB
pln
Kabel Bawah Tanah di Solo Ditargetkan Rampung 2018
Jaringan listrik udara di Kota Solo, Jateng. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan penataan kabel bawah tanah di tiga jalan utama Kota Solo, Jawa Tengah, rampung pada 2018. Saat ini, perkembangan penataan kabel bawah tanah masih dalam tahapan lelang.

“Lelang kita bagi menjadi tiga paket untuk tiga jalan utama supaya lebih cepat," ujar Pemimpin Umum PT PLN Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Dwi Kusnanto usai melakukan rapat koordinasi dengan Wali Kota Solo di Rumah Dinas Wali Kota Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Senin (21/11/2016). 

Saat ini, katanya, sedang dilakukan lelang untuk penataan di Jalan Gatot Suboto. Lelang ini setidaknya membutuhkan waktu tiga minggu. 

Selain Jalan Gatot Subroto, penataan jaringan di udara menjadi kabel bawah tanah akan dilakukan juga di Jalan Adi Sucipto Solo dan Jalan Slamet Riyadi. Pengerjaan, lanjutnya, diperkirakan mulai pada awal tahun 2017.

“Maksimal pengerjaan enam bulan setelah Surat Penetapan Kerja (SPK),” terang dia.

Dwi menerangkan, jaringan bawah tanah memiliki nilai lebih daripada jaringan di udara. Selain itu, risiko gangguan eksternal lebih dapat diminimalkan.

“Tidak akan terganggu oleh pepohonan, cuaca buruk atau bahkan layang-layang,” ujarnya.

Sedangkan untuk sisi perawatan, Dwi mengklaim jaringan bawah tanah lebih mudah dibanding perawatan jaringan di udara.

Disinggung mengenai kemungkinan pemadaman listrik penataan kabel, ia menjamin tidak akan mengganggu masyarakat sebagai konsumen PLN. 

“Pemadaman hanya saat cut off saja. Sebentar dan tidak akan mengganggu. Kami sudah punya teknologinya,” kata dia.

Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo mengatakan penataan kabel membutuhkan biaya Rp60 miliar. Biaya tersebut, lanjutnya, ditanggung oleh PT PLN.

Rudy mengatakan, Pemkot Solo akan memberikan dukungan berupa penyediaan lahan, perizinan, dan sosialisasi pada masyarakat. 

“Kami akan mengajukan izin juga ke Kementerian Perhubungan. Lantarannya nanti ada kabel yang harus melalui rel,” ujarnya. Rudy memastikan penataan jaringan di udara menjadi jaringan di bawah tanah akan rampung pada tahun 2018.


(SAN)