Guru di Gunungkidul Bergaji Rp100 Ribu per Bulan

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 25 Nov 2016 15:31 WIB
hari guru nasional
Guru di Gunungkidul Bergaji Rp100 Ribu per Bulan
Sejumlah siswa membasuh kaki guru mereka di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Canden, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (25/11/2015). Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Guru adalah ujung tombak mendidik generasi muda. Namun, di balik tuntutan besar itu, masih ada guru yang hanya bergaji Rp100 ribu per bulan. Fakta ini bisa ditemui di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rosyid, membenarkan masih adanya guru di Gunungkidul yang berpenghasilan rendah.

"Biasanya guru (berpenghasilan Rp100 ribu per bulan) berstatus GTT (guru tidak tetap)," kata Bahron melalui sambungan telepon, Jumat (25/11/2016).

Di Gunungkidul, Bahron mengungkapkan, ada sekitar 3.000 guru berstatus GTT. Ribuan guru tersebut masih bergaji di bawah upah minimuk kabupaten (UMK) Gunungkidul sebesar Rp1.337.650.

Menurut Bahron, gaji bagi GTT diserahkan kepada institusi pendidikan tempat mengajar. Meskipun, ia mengakui peran GTT di Gunungkidul sangat penting lantaran jumlah guru berstatus PNS masih terbatas.

"Guru berstatus PNS dan GTT, jika digabungkan, baru bisa mencukupi untuk mengajar di semua sekolah," kata dia.

Ia mengklaim, sampai saat ini pihaknya masih mengupayakan agar guru GTT mendapat gaji layak dan memiliki kualitas mengajar yang baik.

Bayu Prihantanto, seorang guru GTT di Gunungkidul, mengatakan menerima gaji Rp300 ribu saban bulan. Dari jumlah itu, sebanyak Rp150 ribu didapat dari tambahan bantuan tunjangan pemerintah. Tunjangan itu ia ambil setiap tiga bulan sekali.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bayu harus mencari pekerjaan sampingan. "Saya berharap pemerintah memerhatikan kesejahteraan GTT. Minimal bisa sejajar UMK," kata dia.


(UWA)