BPBD Solo Hadapi Puncak Cuaca Ekstrem dengan Alat Minim

Pythag Kurniati    •    Rabu, 23 Nov 2016 13:55 WIB
cuaca ekstrem
BPBD Solo Hadapi Puncak Cuaca Ekstrem dengan Alat Minim
Ilustrasi. Foto: MI/Depi Gunawan

Metrotvnews.com, Solo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo masih terbentur keterbatasan alat menghadapi puncak cuaca ekstrem pada Desember 2016 hingga Januari 2017. Meski begitu, mereka mengaku siap.

“Untuk perahu karet kami hanya punya empat. Idealnya 10 perahu karet,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Solo Singkirno, Rabu (23/11/2016).

Namun, kata dia, keterbatasan itu bisa tertutupi dengan adanya puluhan ribu relawan, dunia usaha, dan puluhan tim SAR di Kota Solo yang siap bahu-membahu mengatasi bencana.

“Sehingga kami sangat terbantu. Saat ada bencana, selalu semuanya bergerak,” kata dia.

Untuk perlengkapan dapur umum, Singkirno mengatakan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Solo. “Peralatan lain, yaitu tenda-tenda darurat sudah mencukupi,” kata dia.

Beberapa kelurahan masuk wilayah rawan banjir, seperti di Kelurahan Sangkrah, Kedunglumbu, dan Semanggi, di Kecamatan Pasar Kliwon. Sedangkan di Kecamatan Jebres, meliputi Kelurahan Kampung Sewu, Gandekan, Pucangsawit, Jagalan, dan Mojosongo utara.

Di Kecamatan Serengan, BPBD mewaspadai banjir terjadi di Kelurahan Joyontakan. Selanjutnya di Kecamatan Banjarsari banjir sering terjadi di Kelurahan Sumber, Banyuanyar, Kadipiro, Nusukan, dan sebagian Gilingan. 

“Di wilayah Kecamatan Laweyan biasanya terjadi di Kelurahan Bumi dan Pajang,” kata dia.

Sebagai salah satu langkah kesiapan menghadapi puncak musim penghujan, BPBD telah memberikan pengarahan pada masyarakat di lima kecamatan. 

“Kami juga dorong beberapa kelurahan menjadi kelurahan tangguh bencana. Sehingga, penanganan bencana ini terorganisasi sampai ke tingkat kelurahan dan masyarakat,” kata dia.

 


(UWA)