860 Ijazah SMK yang Tertahan, Dibebaskan

Pythag Kurniati    •    Rabu, 19 Oct 2016 16:20 WIB
pendidikan
860 Ijazah SMK yang Tertahan, Dibebaskan
Rudy menyerahkan ijazah yang sempat tertahan, di Pendapi Gedhe Balai Kota Solo, Rabu (19/10/2016). Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Sebanyak 860 ijazah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tertahan diserahkan secara serentak kepada wali murid. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo dan Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Yulistianto di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Rabu 19 Oktober 2016.

Jumlah rincian ijazah yang diserahkan antara lain 126 ijazah dari SMKN 1 Solo, 39 ijazah dari SMKN 2, 78 ijazah dari SMKN 3, 71 ijazah dari SMKN 4, 27 ijazah dari SMKN 5, 160 ijazah dari SMKN 6, 227 ijazah dari SMKN 7, 66 ijazah dari SMKN 8, 59 ijazah dari SMKN 9, dan 12 ijazah dari SMKN Muhammadiyah I.

Rudy, sapaan Rudyatmo, menyampaikan ijazah-ijazah itu sempat tertahan lantaran berbagai persoalan. “Kebanyakan karena tidak sanggup melunasi biaya administrasi sekolahan. Namun, ada juga yang sudah bekerja di luar kota dan tidak mengambil ijazahnya,” kata Rudy, Rabu (19/10/2016).

Rudy meminta ijazah yang tertahan di sekolah negeri  dibebaskan dan diserahkan tanpa persyaratan. “Untuk sekolah swasta, mau tidak mau saya harus merogoh kantong sendiri,” kata Rudy.

Dari 860 ijazah yang dibagikan hari ini, 12 di antaranya merupakan ijazah siswa SMK swasta. “Nilai tunggakan tiga siswa bisa mencapai 12 juta. Tapi, untungnya kali ini saya mendapat diskon 50 persen dari sekolah untuk menebus ijazah-ijazah itu,” kata dia.

Salah seorang wali murid, Jamino, 56, mengatakan ijazah putranya tertahan di sekolah selama delapan tahun. “Kami tidak sanggup membayar biaya SPP hingga Rp1,5 juta,” ujarnya.

Jamino menambahkan saat ini putranya berwirausaha bersama dengan kerabatnya. “Karena selain wirausaha, tanpa ijazah tak ada yang bisa dilakukan,” kata Jamino.

Pada April 2016 Rudy juga membagikan secara serentak 90 ijazah yang sempat tertahan di sekolah. Dengan demikian, selama 2016 sudah ada 950 ijazah yang sempat tertahan, sudah diserahkan ke wali murid.

Ia mengimbau sekolah untuk tidak lagi menahan ijazah siswa, terlebih bagi sekolah negeri. Hal tersebut akan mengakibatkan siswa lulusan mengalami hambatan saat akan memasuki dunia kerja.



(UWA)