Abdul Manan-Revolusi Terpilih Jadi Ketum-Sekjen AJI Periode 2017-2020

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 27 Nov 2017 05:56 WIB
Abdul Manan-Revolusi Terpilih Jadi Ketum-Sekjen AJI Periode 2017-2020
Abdul Manan (Tempo) dan Revolusi Riza (CNN Indonesia) terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) AJI periode 2017-2020/MTVN/Ahmad Mustaqim

Solo: Kongres ke-X Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, 24-26 November 2017, menghasilkan kepemimpinan baru. Abdul Manan (Tempo) dan Revolusi Riza (CNN Indonesia) terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) AJI periode 2017-2020. 

Abdul Manan-Revolusi Riza terpilih secara aklamasi setelah bersedia dicalonkan AJI Kota. Kedua orang tersebut menggantikan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal sebelumnya, Suwarjono-Arfi Bambani. 

Dalam sambutannya, Abdul Manan mengatakan menjabat Ketum menjadi amanah besar baginya. "Amanah dari kongres adalah amanah dari semua anggota AJI," kata Manan di Hotel Sunan Solo pada Senin dini hari, 27 November 2017. 

Sebagai Ketum, lanjut Manan, kewajiban utama yang akan dilakukan, yakni menjalankan amanat kongres. Amanat kongres itu dituangkan dalam program kerja selama masa kerja tiga tahun ke depan. 

Manan menyebutkan, sejumlah hal yang bakal dilakukan nanti, yakni melakukan penguatan kapasitas anggota AJI Kota. Penguatan kapasitas organisasi itu dilakukan melalui pelatihan tematik, seperti manajemen organisasi dan manajemen anggota.  

"AJI Kota jadi ujung tombak organisasi. Garda depan organisasi. Kemampuan AJI juga ditentukan kapasitasnya melalui AJI Kota yang dimiliki," ungkapnya. 

Selain itu, lanjut dia, juga melakukan peningkatan skill jurnalisme anggota AJI. Ia menuturkan hal itu dilakukan dengan membuat modul jurnalisme dasar. Ia meyakini kemampuan yang bertambah bisa berdampak pada peningkatan ekonomi. 

"Kemudian menata organisasi agar punya bargaining untuk memperjuangkan kebebasan pers. Kami ingin memaksimalkan potensi agar apa yang kita lakukan diketahui orang banyak," kata dia. 

Hal senada juga diungkapkan Revolusi. Ia menyatakan jabatan sebagai Sekjen AJI merupakan amanah yang berat. Terutama dalam menyikapi kovergensi atau perubahan platform media yang belum memiliki payung hukum. 

"Tantangan ini harus dihadapai AJI. Menghadapi seperti itu tentu AJI Kota dan pengurus nasional sama-sama saling bahu membahu agar bisa mencapai kondisi yang kita inginkan," ungkapnya. 

Selain memilih Ketum dan Sekjen, kongres tersebut juga menentukan posisi Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) AJI. Posisi MPO diisi Dhandy Dwi Laksono, Abdi Purnomo, Nurdin Hasan, Hasan Basril, dan Sunarti Sain. Selain hal itu, kongres juga membahas resolusi AJI dalam tiga tahun ke depan. 
(DHI)