Anak-anak Dengan HIV/AIDS di Solo Punya `Rumah` Baru

Pythag Kurniati    •    Kamis, 07 Dec 2017 11:27 WIB
aidshiv
Anak-anak Dengan HIV/AIDS di Solo Punya `Rumah` Baru
Salah satu ruangan di rumah singgah tetap bagi ADHA di Kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug, Solo, Jawa Tengah -- medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Dua tahun lalu, warga Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Solo, memasang barikade di tengah jalan. Mereka menolak keberadaan Anak-anak Dengan HIV/AIDS (ADHA) yang akan dipindah ke Kedung Lumbu karena kontrak di lokasi tinggal sebelumnya habis.

Penolakan demi penolakan terus muncul. ADHA pun harus menghadapi pahit getir mencari hunian. Terhitung lebih dari tiga kali Yayasan Lentera sebagai pengurus ADHA di Solo harus mencari tempat tinggal baru.

ADHA yang terus berpindah-pindah hunian kini bisa bernapas lega. Tepat dua tahun setelah kejadian pengusiran di Kedung Lumbu, Kementerian Sosial dan Pemerintah Kota Surakarta meresmikan rumah singgah tetap bagi ADHA di Kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug, Solo.

"Rumah singgah ADHA ini merupakan yang pertama di Indonesia," kata Direktur Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial, dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Sonny W. Manalu di Solo, Rabu, 6 Desember 2017.

Rumah singgah tersebut hasil kerja sama Pemkot Surakarta dengan CSR Lottemart. Pantauan medcom.id, rumah singgah tersebut terdiri dari beberapa ruangan, yaitu ruang tidur, ruang isolasi, dan ruang khusus bayi.


Salah satu ruangan di rumah singgah tetap bagi ADHA di Kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug, Solo, Jawa Tengah -- medcom.id/Pythag Kurniati

Rumah singgah ADHA bisa menampung 20 anak. Saat ini, ada 12 ADHA dengan rentang usia 1,5 bulan hingga 12 tahun yang siap tinggal di rumah singgah. Mereka tidak hanya berasal dari Solo, tapi juga daerah lain, seperti Jombang dan Sukabumi.

Pimpinan Lentera Yunus Prasetyo mengungkapkan telah lima tahun berkonsentrasi mengurus ADHA. "Mereka (ADHA yang diurus) kebanyakan yatim piatu atau yang sudah ditinggalkan oleh orang tuanya," ujarnya.

Yunus bersyukur karena ADHA kini tidak harus berpindah-pindah tempat seperti dulu. Bahkan, Wali Kota Solo F. X. Hadi Rudyatmo memastikan akan meningkatkan fasilitas rumah singgah ADHA.

"Nanti kita kembangkan dengan ruang konseling, ruang interaksi sosial, dan lainnya," papar pria yang akrab disapa Rudy itu.

Rudy juga mengajak warga Solo tidak memarginalkan ADHA. "Kita harus peduli. Jauhi penyakitnya, jangan jauhi orangnya," pungkasnya.


(NIN)