Warga Gunungkidul Diimbau Waspada Wabah Penyakit

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 06 Dec 2017 09:40 WIB
cuaca ekstremsiklon tropis cempaka
Warga Gunungkidul Diimbau Waspada Wabah Penyakit
Petugas Kepolisian mengevakuasi korban banjir di Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, DI Yogyakarta -- ANT/Andreas Fitri Atmoko

Gunungkidul: Warga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diimbau waspada munculnya wabah penyakit setelah banjir akibat Siklon Tropis Cempaka. Apalagi ribuan hewan mati akibat banjir pada 28 November 2017.

Sekda Pemkab Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan bangkai hewan sangat berpotensi menimbulkan wabah penyakit. "Bangkai disukai tikus dan perlu diwaspadai masyarakat," kata dia saat dihubungi pada Rabu, 6 Desember 2017.

Menurut Drajad, sebagian bangkai hewan suudah dikuburkan. Meski demikian, Dinas Kesehatan Gunungkidul tetap harus memantau kondisi warga korban banjir.

"Sebaran penyakit perlu dicegah. Gerak Dinas Kesehatan sebagai langkah antisipasi," kata dia.

(Baca: Siklon Tropis Cempaka Renggut Empat Nyawa di DIY)

Terkait penanganan pascabencana, Pemkab Gunungkidul akan memakai dana tak terduga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017. Dana tersebut untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur yang rusak.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati menambahkan, pihaknya berupaya memantau korban banjir. Namun, ia mengimbau korban banjir membersihkan lingkungannya dari sampah yang tersisa.

Selain itu, perlu pula membersihkan sumber air yang tercemar selepas banjir. "Pemerintah terus berupaya menyediakan air bersih bagi warga," ujarnya.

(Baca: Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia Telah Pergi)

Sebagai informasi, banjir menggenangi sejumlah wilayah di Gunungkidul selama beberapa hari akibat Siklon Tropis Cempaka. Banjir merusak sejumlah rumah warga dan fasilitas umum, seperti infrastruktur jalan dan jembatan. Gunungkidul pun ditetapkan berstatus tanggap darurat bencana.

 


(NIN)