Inflasi Kota Tegal Tertinggi se-Jawa Tengah

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 13 Nov 2017 20:51 WIB
inflasipangan
Inflasi Kota Tegal Tertinggi se-Jawa Tengah
Bank Indonesia KPWi Tegal menggelar rapat Korwil TPID se Eks Karisidenan Pekalongan di Hotel Santika Kota Pekalongan, Senin 13 November 2017. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Pekalongan: Inflasi Kota Tegal, Jawa Tengah, menempati urutan tertinggi se-Jawa Tengah. Inflasi Tegal lebih tinggi dibandingkan kota besar lain di Jawa Tengah, seperti Solo, Semarang, Cilacap dan Purwakarta. Beras menjadi penyumbang inflasi tertinggi.
 
“Inflasi Kota Tegal pada bulan Oktober 2017 mencapai 0,21 persen. Jumlah tersebut menempati urutan tertinggi di Jawa Tengah,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius, saat memimpin rapat Korwil TPID se Eks Karisidenan Pekalongan di Hotel Santika Kota Pekalongan, Senin 13 November 2017.

Tak hanya beras, biaya pendidikan pada perguruan tinggi/akademi menyimbang inflasi 0,07%, cabai merah (0,03%), kontrak rumah (0,03%) dan emas perhiasan (0,02%).

Inflasi di bulan Oktober tahun ini lebih tinggi bila dibandingkan data lima tahun terakhir di bulan yang sama pada tahun 2011-2016. Walaupun inflasi termasuk urutan tertinggi, namun pihaknya yakin akan mencapai target nasional.

Karena menurut catatan BI Tegal, dengan adanya inflasi 0,21% (bulan ke bulan atau month-to-month), maka inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara year-on-year (yoy) mencapai 3,50% (yoy). Sedangkan inflasi secara tahun kalender adalah sebesar 3,24% (ytd).

 “Langkah yang paling optimal untuk mengatasi inflasi adalah dengan mengamankan distribusi. Karena, jelang Natal 2017 dan tahun baru 2018, pasti akan ada jumlah permintaan barang yang tinggi. Nah, kalau jalur distribusi terganggu, maka pasti akan mempengaruhi henaikan harga barang,” ujarnya.

Untuk itu, kata Joni, perlu adanya koordinasi antara Pemkab/Pemkot, TPID, Satgas Pangan, Pertamina, Polri, Kemenhub untuk bersama-sama melakukan mitigasi dan antisipasi, agar tidak ada kemacetan arus lalu lintas, penimbunan barang dan kecurangan.

“Harapannya, agar tidak terjadi inflasi yang lebih tinggi lagi, jangan ada penimbunan barang dan pastikan semua lancar, baik distribusi barang atau lalu lintasnya,” pungkasnya.
 


(SUR)