Pemerintah Maksimalkan Produksi Garam Industri di NTT

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 09 Feb 2018 14:31 WIB
produksi garam
Pemerintah Maksimalkan Produksi Garam Industri di NTT
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Sleman: Pemerintah akan menghentikan impor garam industri mulai 2020. Saat ini pemerintah sedang meningkatkan produksi garam untuk sektor industri.

"Tahun 2020 terakhir impor. Garam industri ya. Garam konsumsi kita enggak ada (impor)," ujar Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ditemui di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Jumat, 9 Februari 2018.

Salah satunya dengan menyediakan lahan khusus produksi garam skala besar besar. Saat ini pemerintah menyediakan 32 hektare lahan garam industri di Nusa Tenggara Timur.

Produksi garam di NTT akan lebih baik dengan bertambahnya lahan. Tidak sebatas lahan, pemerintah juga akan menerapkan teknologi tinggi. Hasil akhir garam industri dari NTT pun diklaim bisa memiliki kadar NaCl di atas 98 persen.

"Kadarnya ada 98 persen. Ini (sudah lama) karena kita tidak kerjain," kata dia.

Pemerintah siap mengimpor setidaknya 3,7 juta ton garam industri untuk memenuhi kebutuhan dan mendorong ekspansi bisnis. Kebijakan impor garam industri ini diambil karena produksi dan kualitas nasional tidak menutupi kebutuhan.  Kementerian Perdagangan sempat menyatakan impor akan dilihat kemampuan dalam tiap bulannya.

 


(SUR)