Keluarga ABK Kapal Makmur Rejeki Masih Menunggu Jasad Korban

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 16 Nov 2017 17:28 WIB
kapal tenggelam
Keluarga ABK Kapal Makmur Rejeki Masih Menunggu Jasad Korban
Kapolsek AKP Yorisa Prabowo mendatangi rumah duka korban meninggal dunia di Wiradesa, Pekalongan. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Pekalongan: Suasana duka dan isak tangis menyelimuti rumah duka korban kapal KM Makmur Rejeki, yang tenggelam di perairan Masalima, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin, 13 November 2017. Keluarga masih menunggu kedatangan jenazah korban atas nama Tohani, 53.

Adik Korban, Palawi mengaku sangat berduka dengan kejadian yang menimpa kakaknya tersebut. Kakaknya merupakan tulang punggung keluarga yang sudah selama 25 tahun menjadi nelayan.

“Keluarga ikhlas dengan kepergian almarhum, karena semua ini musibah. Kami masih menunggu kedatangan jenazah, agar dapat kami makamkan menurut agama,” katanya di rumah duka Desa Tratebang, Rt 07/ 03, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis, 16 November 2017.

Baca: Kapal Makmur Rejeki Tenggelam, 6 ABK Hilang

Diceritakan Palawi, kakaknya pergi melaut sekitar 10 hari lalu, berangkat melalui Juwana, dan menjadi Anak Buah Kapal (ABK) kapal milik Ratna. Sebelum menrima kabar musibah itu, keluarga sudah memiliki firasat buruk seperti mata kedutan dan mimpi.

“Firasat itu kami rasakan sejak almarhum pergi melaut, seperti mata kedutan dan perasaan tidak enak. Anak almarhun juga mimpi membunuh ular tapi tidak boleh dibuang. Saat itulah, keluarga terima kabar dari nahkoda kapal, kalau kakak saya itu kecelakaan kapal dan meninggal,” tambahnya.

Baca: Sepuluh Korban KM Makmur Rejeki Warga Pekalongan

Kepala Desa Tratebang, Pronisa menyampaikan bahwa warganya yang menjadi korban tenggelamnya KM Makmur Rejeki berjumlah tiga orang. Satu orang meninggal bernama Tohani, satu orang hilang bernama Irfan, dan satu orang selamat bernama Daryono.

“Saat ini kami masih menunggu kedatangan jenazah bapak Tohani dan korban yang selamat. Saat ini informasinya masih dalam perjalanan,” ujarnya.

Kapolsek Wiradesa, AKP Yorisa Prabowo mengatakan hingga saat ini pihkanya belum mendapatkan informasi terbaru mengenai korban yang masih belum ditemukan. Menurutnya, pihak pemilik kapal hari ini juga sudah mendatangi rumah duka untuk menyerahkan santunan kepada korban.

“Informasi terkini, belum ada korban hilang yang ditemukan. Kami masih menunggu jenazah korban, yang rencananya hari ini akan tiba dirumah duka,” paparnya.

Adapun Data Nelayan Asal Pekalongan yang menjadi korban Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Masalima

1. Tohani (53) asal Pekalongan (meninggal dunia)
2. Wasiblan (65) asal, Bebel Wiradesa (dalam pencarian)
3. Sakirin (24) asal Bebel Wiardesa (dalam pencarian)
4. Irfan suryani  asal Tratebang (dalam Pencarian)
5. Solihin asal Talun (dalam Pencarian)
6. Suntung asal Talun (dalam pencarian)
7. Rasulin (48) asal Pekalongan (selamat)
8. Miftah Rizqi (23) asal Pekalongan (selamat)
9. M. Teguh Raharjo (22) asal Pekalongan (selamat)
10. Caryono (50) asal Pekalongan (selamat)


(ALB)