BPBD Jateng Kirim Perlengkapan Sekolah ke NTB

Budi Arista Romadhoni    •    Senin, 06 Aug 2018 16:49 WIB
Gempa Lombok
BPBD Jateng Kirim Perlengkapan Sekolah ke NTB
Petugas BPBD Jateng menyiapkan bantuan untuk Korban Bencana Gempa Bumi di NTB, Medcom.id - Budi Arista

Semarang: BPBD Jawa Tengah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Nusa Tenggara Barat. Pada Minggu, 5 Agustus 2018, gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang NTB dan menewaskan 91 orang.

Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan bantuan diterbangkan pada Senin malam, 6 Agustus 2018. Bantuan terdiri dari bahan makananan dan 25 relawan. 

"Kebutuhan yang dibawa kebutuhan anak sekolah ada seragam hingga alat tulisnya, kemudian kopi, susu, gula, minyak goreng dan mi Instan," kata Sarwa di sela-sela persiapan pengiriman bantuan di Kantor BPBD Jateng, Semarang, Senin 6 Agustus 2018.

Sarwa mengungkapkan warga Jateng prihatin. Ia berharap warga NTB bisa segera bangkit dan membangun lagi daerahnya. 

"Kami dari Jawa Tengah ikut prihatin dengan kejadian di NTB. Ini nilainya sekitar Rp150 juta. Berapapun nilainya ini nanti akan sekuler dari temen-temen PNS dan non-PNS di BPBD," ujarnya. 

Kemudian selain bantuan logistik, BPBD juga mengirimkan 25 personel untuk penanganan setelah gempa. Sarwa berharap Angkasa Pura I memberikan kemudahan mengangkut bantuan tersebut.

"Harapan kami ada kemudahan akses, kalau ada kemudahan ya beras bisa kita kirim, soalnya kalau lewat darat kelamaan, kita butuh respon cepat," tegasnya.

Pengalaman personel dari Jateng diharapkan bisa banyak membantu di lokasi gempa salah satunya untuk pembangunan tenda darurat dan dapur umum di sana. Untuk efisiensi waktu, maka bantuan logistik dan personel akan diberangkatkan malam nanti.

"Nanti berangkat jam 20.30. Bantuan ini mungkin tidak seberapa tapi kita peduli dan untuk menggugah masyarakat di dunia usaha agar meringankan beban masyarakat di NTB. Ini bebrapa dari Jateng juga sudah mulai bergerak," terangnya.

Perlu diketahui, terjadi gempa 7 SR di NTB pada 5 Agustus 2018 lalu, korban tewas hingga saat ini bertambah menjadi 91 orang dan sekitar 209 orang lainnya mengalami luka-luka.


(RRN)