BPJS Gunakan Rp940 Miliar Bayar RS di Jateng-DIY

Budi Arista Romadhoni    •    Senin, 01 Oct 2018 14:04 WIB
bpjs kesehatan
BPJS Gunakan Rp940 Miliar Bayar RS di Jateng-DIY
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jateng dan Yogyakarta, Aris Jatmiko di Hotel Noormans Semarang, Senin 1 Oktober 2018, Medcom.id - Budi Arista

Semarang: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta menerima suntikan dana Rp940 miliar dari pemerintah pusat. Dana itu digunakan untuk membayar tunggakan klaim Jaminan Kesehatan ke sejumlah rumah sakit.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jateng dan Yogyakarta Aris Jatmiko mengatakan, suntikan dana digelontorkan dari Kemenkeu untuk dana tambahan pembayaran tunggakan klaim yang sudah terverifikasi dan belum dibayarkan.

"Sudah dikirim oleh Kemenkeu minggu kemarin. Dapatnya Rp940 miliar dari kementerian Keuangan. Ini dipakai agar cashflow dari rumah sakit dapat berjalan lancar," ungkap Aris pada diskusi Merawat Kesehatan Masyarakat, di Hotel Noormans, Semarang, Senin 1 Oktober 2018.

Aris menyatakan keterlambatan pembayaran tunggakan maksimal selama 15 hari. Untuk mengatasi tunggakan di rumah sakit, BPJS memakai dana talangan dari bank-bank setempat.

"Karena kami juga sudah dikenai denda atau penalty. Maka dari itu, solusinya menjalin kerja sama dengan bank swasta maupun BUMN. Jadi setiap rumah sakit bisa meminjam dana talangan ke sana dengan bunga terjangkau," tuturnya.

Kerjas ama sudah terjalin antara BPJS dengan pihak BPD Jateng. Ia mengaku optimistis dengan skema dana talangan. Aris berharap dana itu mampu memperbaiki pelayanan medis kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dari puluhan juta penduduk di Jawa Tengah, kini masih terdapat 8 juta jiwa di 13 Kabupaten yang belum tersentuh layanan BPJS.

"Saya yakin target 95 persen tersebut tercapai bila antara kami dengan Pemprov, DPRD kabupaten dan kota bersatu dalam mewujudkan layanan bagi warga miskin," bebernya. 






(RRN)