Meski Swasembada, Bantul Tetap Datangkan Sapi Kurban dari Daerah Lain

Patricia Vicka    •    Jumat, 11 Aug 2017 15:11 WIB
sapi kurban
Meski Swasembada, Bantul Tetap Datangkan Sapi Kurban dari Daerah Lain
Petugas mengecek kesehatan sapi untuk kurban di Bantul, MTVN - Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Jumlah ternak sapi dan kambing cukup banyak. Namun saat Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, justru mendatangkan ternak dari luar daerah untuk kebutuhan kurban.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Pulung Haryadi, mengatakan bukan tanpa alasan mendatangkan sapi dan kambing untuk kurban. Sebab, warga setempat enggan menjual ternak mereka.

"Karena mereka menggunakan sapi dan kambing untuk pembuatan pupuk kandang dan pembibitan," kata Pulung ditemui di ruang kerjanya, Jumat 11 Agustus 2017.

Sedianya, Bantul sudah bisa melakukan swasembada daging sapi dan kambing. Per Juli 2017, DPKKP mencatat 52 ribu ekor sapi dan 70 ribu kambing diternakkan warga di Bantul. 

Jumlah tersebut, kata Pulung, sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan kurban. Tapi pemkab tetap mendatangkan 5.000 ternak sapi maupun kambing untuk kurban.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,ia mengatakan DPPKP sudah membentuk tim untuk memantau lalu lintas hewan ternak untuk qurban. Tim ini beranggotakan 150 orang yang terdiri dari 100 mahasiswa perternakan UGM dan 50 pegawai DPPKP, 

"Tim sudah mulai bekerja memantau sejak awal pekan lalu.Kaminpantau daerah perbatasan dan pedagang ternak," katanya. 

Saat hari H nanti pihaknya juga akan melibatkan 100 takmir masjid untuk melaporkan hewan yang tidak sehat demi menjaga kualitas daging qurban.

Salah satu pedagang sapi, Ahmad Suwardi, sapi berasal dari Gunung Kidul bebas dari penyakit cacing hati. Salam sehari, ia bisa menjual 75 ekor sapi.

"Tiap tahun saya bisa jual sekitr 150 ekor sapi. Sekarang baru 75 ekor. Nanti ramainya dua minggu sebelum Idul Adha. Setiap tahun dirinya bisa menjual hingga 150 ekor untuk qurban,” pungkasnya ditemui di pasar hewan kecamatan Pandak.



(RRN)