Pisang Tanduk yang Memberikan Harapan

Akhmad Safuan    •    Jumat, 21 Apr 2017 12:09 WIB
semen indonesia
Pisang Tanduk yang Memberikan Harapan
Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendapatan pohon pisang tanduk -- MI/Achmad Sapuan

Metrotvnews.com, Rembang: Suasana Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, belakangan tampak bergairah. Penduduk desa menyambut sukacita program PT Semen Indonesia untuk meningkatkan perekonomian warga.

Area lahan warga yang bertahun-tahun tandus karena tidak disentuh, kini mulai digarap. Ribuan batang tanaman pisang tanduk yang sebelumnya tidak pernah tumbuh di desa itu, kini menjadi 'penghuni' mayoritas.

Ratusan jemaah dari lima musala (At-Taqwa, Al-Amin, Barokatul Falah, Al-Iklas, dan Al-Hikmah) terlibat dalam budi daya pisang tanduk di desa mereka. Sebagian warga penggarap adalah mereka yang tidak terserap langsung di pabrik semen yang baru berdiri.

Pemilihan budi daya pisang tanduk dinilai tepat. Pisang tanduk dapat berbuah dalam usia 110-120 hari dan mampu hidup di lahan dengan kandungan tanah liat. Selain merupakan tanaman khas dengan buah berukuran besar dan rasa nikmat, buahnya bernilai ekonomi tinggi.

Budi daya tanaman pisang tanduk merupakan hasil kerja sama PT Semen Indonesia dengan Laskar Brotoseno dan Yayasan WALI. Program itu dibagi kepada kelompok-kelompok yang terdiri atas 30 orang. Setiap kelompok mendapatkan 1.000 batang pohon dengan tinggi rata-rata sekitar 1,5 meter.

Diharapkan, budi daya pisang tanduk secara berangsur-angsur mampu meningkatkan kesejahteraan warga. "Harga pisang tanduk ini cukup mahal, yakni Rp2 ribu per biji," kata Mujayin, 45, seorang warga, Senin, 17 April 2017.

Mujayin mengatakan, sesuai dengan kesepakatan para jemaah yang menerima benih tanaman pisang tanduk, hasil panennya nanti untuk beramal di musala masing-masing. "Kami berterima kasih kepada PT Semen Indonesia dan Laskar Brotoseno atas perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan kami," kata dia.

Kepala Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Indonesia Wahjudi Heru mengatakan, program itu diterapkan untuk mewujudkan kemandirian warga desa di seputar pabrik. "Ini upaya kami untuk mendorong terciptanya keadilan dalam pemerataan ekonomi bagi warga desa di seputar pabrik. Bukan di sini saja, di desa-desa lain di seputar pabrik juga akan dilakukan hal yang sama," ujarnya.


(NIN)